Tanjung Sani, Siberindo.co — Pembersihan material longsor yang menimbun badan jalan lingkar Danau Maninjau di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam terkendala akibat rusaknya alat berat excavator.
Pantauan KABA12.com, Senin (20/12) dilokasi, dua unit alat berat excavator yang dikerahkan terlihat tidak beroperasi lantaran mengalami kerusakan pada komponen hidrolik. Diketahui, ke dua alat berat itu milik BWS Sumatera V dan Dinas PUTR Agam.
“Untuk sementara pembersihan material longsor dihentikan karena dua unit alat berat excavator rusak,” kata Walinagari Tanjung Sani, Mukhsin kepada KABA12.com, Senin.
Ia mengatakan, dari 4 titik badan jalan yang tertimbun longsor, saat ini hanya 1 titik yang sudah bersihkan.
“Sekarang hanya 1 titik yang sudah dibersihkan yaitu di Jorong Pantas, sisanya 3 titik lagi di Jorong Muko Jalan belum selesai dibersihkan,” ujarnya.
Mukhsin menjelaskan, alat berat milik BWS Sumatera V mengalami rusak ketika sedang beroperasi membersihkan material longsor di salah satu titik di Jorong Muko Jalan pada Senin (20/12) pagi. Sementara alat berat milik Dinas PUTR Agam rusak sejak Minggu (19/12) kemarin.
Ia menambahkan, pembersihan material longsor yang menimbun badan jalan kabupaten itu akan dilanjutkan setelah alat berat tersebut diperbaiki.
“Sekarang komponen alat berat itu sedang diperjalanan menuju lokasi. Kita harapkan kerusakan ini cepat diatasi agar pembersihan dilanjutkan dan akses jalan kembali normal,” jelasnya.
Sebelumnya bencana longsor terjadi di Nagari Tanjung Sani pada Sabtu (18/12) kemarin, akibat tingginya curah hujan. Bencana itu menyebabkan tiga unit rumah warga di Jorong Pantas mengalami rusak ringan.
Selain itu, material longsor berupa batu, lumpur, dan kayu juga menimbun badan jalan setinggi 4 meter sehingga akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
(Bryan/KABA12.com)
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan penyelesaian berbagai persoalan daerah tidak cukup dilakukan melalui langkah-langkah sesaat atau sekadar penertiban di lapangan.
Apel gabungan yang diikuti oleh berbagai unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, instansi vertikal, serta komunitas peduli lingkungan ini dipimpin oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Ombudsman Republik Indonesia memperkuat sinergi pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Penyelenggaraan
Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam mengembangkan ekonomi umat dan memperkuat budaya halal kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Gubernur
Komentar