Agam, Siberindo
Belajar daring, siswa tetap di rumah dan belajar serta menerima tugas dari guru via jaringan internet, sudah jadi kebiasaan baru di era pandemi Covid-19.
Sejak pandemi Covid-19 semua aktivitas belajar mengajar dilakukan secara di online. Kondisi seperti ini juga masih berlangsung di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Meski kondisi daerah sudah berangsur menjadi zona hijau, namun belajar daring masih tetap berjalan.
Sejak belajar daring ini maka ada daerah yang jadi viral di Kabupaten Agam. Namanya ‘Bukit HP’, satu-satunya tempat yang bisa menangkap sinyal telekomunikasi HP di Jorong Sungai Guntuang, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam.
Di ‘Bukit HP’ ini sinyal HP cukup baik, sehingga memungkinkan anak-anak belajar online. Untuk bisa mencapai lokasi tempat yang ketinggian ini, anak-anak pelajar harus berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor dari rumahnya.
Wali Jorong Sungai Guntuang, Masril mengatakan, karena ketiadaan jaringan internet di wilayahnya maka anak anak sekolah untuk mengikuti belajar online terpaksa menuju ‘Bukit HP’. Kadang orang tua pun ikut pula mengantarkan anak-anak mereka ke ‘Bukit HP’ yang berjarak lebih kurang 9 kilometer dari pemukiman masyarakat.
“Bukit itu bernama Pakan Selasa, namun kami menyebutnya dengan ‘Bukit HP’ atau ‘Kelok HP’. Disebut demikian karena di belokan jalan yang berada di bukit itulah satu-satunya tempat yang bisa menangkap sinyal handphone,” ujar Masril kepada media, Selasa (28/7).
Sementara itu salah satu pelajar Debi (15) mengatakan, banyak pelajar yang memanfaatkan lokasi ini untuk belajar. Terkadang, keadaan menjadi sulit jikalau hujan turun. Di ‘Bukit HP’ tidak ada tempat berteduh. Langit terbuka saja, sehingga sering pelajar kehujanan ketika tiba-tiba hujan turun.
“Sulitnya jaringan internet membuat anak-anak sekolah payah mengikuti proses belajar online saat Covid-19 ini. Harapan kami kepada bapak Bupati Agam agar memperhatikan kami di daerah yang tidak bersinyal ini,” ujar Debi berkeluh kesah. (PB)











Komentar