Wisuda 55 Lulusan ARO Sukses dan Meriah, Dr.Amril Amir M.Pd: Komitmen Kami Terus Tingkatkan Mutu
SIBERINDO SUMBAR- Sebanyak 55 orang tamatan Akademi Refraksi Optisi- ARO di bawah naungan Yayasan Lembaga Pendidikan Tenaga Kesehatan (YLPTK) Sumatera Barat di Kota Padang,resmi diwisuda hari ini di the ZHM Premiere. Dengan demikian mereka para lulusan yang masih langka dan sangat dibutuhkan itu berhak menyandang gelar Amd.Kes, sebelumnya Ahli Madya Refraksi Optisi(A.Md.RO).
Pemindahan Jambul dilakukan oleh Direktur ARO Dr. Alvia Wesnita, A.Md.R.O., S.E., M.Pd disaksikan para orang tua, civitas akademi, tamu undangan lainnya. Wisuda yang berlangsung meriah juga dihadiri Pendiri dan Pembina yakni H.Rustam Effendi,SH dan H.Ferisal Ramli,SE. Acara juga diselingi dengan tari pasambahan dan tari piring diatas kaca. Tidak kalah menariknya solo song oleh dua wisudawati yang dipersembahkan kepada orang tuanya yang sangat berjasa dalam mengasuh, membesarkan serta mendidik hingga bisa diwisuda hari ini.
Rasa Syukur
Ketua Pengurus YLPTK ARO Padang Dr Amril Amir,M.Pd dalam sambutannya menjelaskan cikal bakal yayasan pendidikan ini.
Yayasan LPTKSB berdiri pada tahun 1990. Dalam perjalanan awalnya, yayasan mengupayakan pendirian Akademi Refraksi Optisi YLPTK, yang mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 1991–1992 sebanyak 45 orang.
Sejak saat itu, institusi ini terus menjalankan amanah pendidikan vokasi di bidang optometri dan berupaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap tenaga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pelayanan optometri/perkacamataan, jelas Amril Amir dihadapan civitas akademika, mahasiswa serta pembina H.Rustam Effendi,SH dan H.Ferizal,SE.
Untuk Sumatera hanya ada 3 Akademi yg sama yakni Medan, Palembang dan Padang
Dosen UNP ini tidak pula menampik bahwa semua perjalanan dan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja banyak pihak: Diantaranya para pendiri dan pengurus yayasan dari masa ke masa, pimpinan akademi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, orang tua, pemerintah, organisasi profesi, serta mitra praktik.
Untuk itu, Amril Amir Dt.Lelo Basa menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Akademi Refraksi Optisi YLPTK ini.
“Sungguh, kami bersyukur atas berbagai perkembangan yang telah dicapai, termasuk pemanfaatan kampus baru di Jalan Anak Air, Padang, penguatan sarana pembelajaran, pengembangan penerimaan mahasiswa melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta capaian akreditasi program studi dan institusi yang hasilnya Baik Sekali. Namun capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan amanah untuk terus meningkatkan mutu,” tegasnya.
Dalam kondisi terkini tenaga ahli Optisi/optometri masih kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan. Bila merujuk kepada Permenkes nomor 41 tahun 2015 maka tenaga ahli Optisi/optometri diperlukan untuk rumah sakit mata/ Puskesmas dan optik. Rasio sekarang jumlah Puskesmas ada 10.300 puskesmas, Optik sebanyak 12.000, sedangkan lulusan RO/Optometris diperkirakan hanya 8.600. Masih minus sekitar 12. 300 tenaga lagi.
Komitmen
Dr.Amril Amir, tokoh Pendidik Sumbar ini menyatakan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa atau lulusan, tetapi mutu pendidikan, kompetensi lulusan, integritas penyelenggaraan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, yayasan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan institusi sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Komitmen tersebut meliputi dukungan terhadap peningkatan sarana dan prasarana pembelajaran, khususnya fasilitas praktik; pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan; penguatan tata kelola dan penjaminan mutu; serta perluasan kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan, optik, industri optik, organisasi profesi, pemerintah, dan mitra pendidikan, urainya.
Disadari, sebut Amril, bahwa perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut institusi pendidikan untuk terus beradaptasi. Pendidikan vokasi harus memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang teruji, sikap profesional, kemampuan berkomunikasi, dan kesadaran terhadap batas kewenangan profesinya.
Ditegaskannya, bahwa peningkatan mutu merupakan tanggung jawab bersama. Yayasan menjalankan fungsi pengelolaan dan dukungan kelembagaan, sedangkan pimpinan akademi bersama sivitas akademika memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik. Dengan pembagian peran yang jelas, komunikasi yang terbuka, dan evaluasi yang berkelanjutan, dengan demikian kita dapat membangun institusi yang semakin dipercaya masyarakat, harap Amril Amir.
Yayasan sangat mengapresiasi semua dukungan pemerintah, khususnya LLDIKTI Wilayah X dan instansi terkait. Dalam kesempatan kami menyampaikan terima kasih atas pembinaan dan dukungan bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi, seraya menambahkan, berharap sinergi ini terus diperkuat, termasuk dalam pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan mutu, penguatan sarana pembelajaran, dan perluasan kesempatan kerja sama.
Penghargaan yang sama kepada rumah sakit, klinik, optik, industri, organisasi profesi, dan seluruh mitra yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan menjalani praktik. Kemitraan tersebut sangat penting agar pengalaman belajar mahasiswa tetap relevan dengan kebutuhan lapangan dan perkembangan profesi, hara AA.Dt.Lelo Basa.
Bukan Akhir
Dr Amril Amir,M.Pd. Dt.Lelo Basa berpesan kepada para wisudawan. “Wisuda hari ini bukanlah akhir dari proses belajar. Dunia kerja akan menuntut Saudara untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan menyesuaikan diri. Jagalah nama baik almamater melalui disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan mutu pekerjaan, tegas Ketua Harian LKAAM Sumbar ini.
Dalam menjalankan profesi, utamakan keselamatan dan kepentingan masyarakat. Bekerjalah sesuai kompetensi dan kewenangan, patuhi etika profesi, jaga kerahasiaan informasi yang wajib dilindungi, dan lakukan rujukan apabila kebutuhan pasien berada di luar kompetensi atau kewenangan kita. “Kepercayaan masyarakat dibangun melalui pelayanan yang bertanggung jawab dan berintegritas”. urainya.
Terus belajar, ikuti perkembangan ilmu dan teknologi, serta mempertimbangkan kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai persyaratan yang berlaku. Bangunlah jejaring profesional, tetap terhubung dengan almamater, dan jadilah alumni yang ikut memberi manfaat bagi almamater dan generasi mahasiswa berikutnya, harap Ketua YLPTK ARO Padang.
Sedangkan kepada orang tua dan keluarga para wisudawan, akademisi, tenaga pendidik, Ia berpesan menjaga kebersamaan dan memperkuat komitmen untuk menjadikan Akademi Refraksi Optisi YLPTK sebagai institusi pendidikan vokasi yang bermutu, adaptif, dan dipercaya masyarakat. Sejarah yang telah kita bangun hendaknya menjadi pijakan untuk melangkah lebih baik, bukan sekadar kenangan yang kita ceritakan, harap dr.Amril Amir.
Sementara Direktur Akademi Refraksi Optisi (ARO) YLPTK Padang, Dr. Alvia Wesnita, A.Md.R.O., S.E., M.Pd saat diwawancarai usai pelantikan dan pengukuhan mengatakan bahwa kampus yang dia pimpin saat ini sudah terakreditasi baik sekali, baik Program studinya maupun institusinya.
Dengan adanya wisuda hari ini sebanyak 55 orang, maka jumlah alumni yang telah dilahirkan mencapai 1.119 orang, yang tersebar di berbagai puskesmas, klinik mata, rumah sakit, instansi pemerintah, optikal, perusahaan perkacamaataan, serta sebagai wirausahawan di bidang optometri.
Sejalan dengan perkembangan regulasi pendidikan tinggi, Program Studi D3 Refraksi Optisi resmi berubah nomenklatur menjadi D3 Optometri berdasarkan Keputusan Kemendikbud ristek Nomor 274/D/OT/2023. Perubahan ini turut membawa konsekuensi perubahan gelar lulusan dari A.Md.RO menjadi A.Md.Kes.
Alhamdulillah, pada tahun 2024, Program Studi D3 Optometri ARO YLPTK Padang berhasil meraih Akreditasi “Baik Sekali” dari LAM-PTKes melalui SK Nomor 0496/LAM-PTKes/Akr/Dip/VII/2024. Capaian ini merupakan hasil kerja keras sivitas akademika, dukungan pengurus yayasan, serta kontribusi semua pihak yang selalu mendorong peningkatan mutu akademik di kampus.
Sementara itu tahun akademik 2025-2026 Dirjen Pendidikan Tinggi, riset dan teknologi memberikan ijin penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tipe A, dan saat ini sudah berjalan tahun ke-2.
Ditegaskannya capaian akademik yang diraih dengan gelar hari ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Sebagai perguruan tinggi vokasi, ARO YLPTK Padang senantiasa berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang berkompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kesehatan mata.
Ke depan, ARO YLPTK Padang bertekad untuk: Mengembangkan program studi baru D4 Optometri (sudah 70%), sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan karier tenaga keteknisian medis serta peluang bagi alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Meningkatkan fasilitas pembelajaran dan laboratorium berbasis teknologi modern, guna menunjang keterampilan praktik mahasiswa.
Memperluas kerja sama dengan rumah sakit, klinik, dan industri optikal baik di dalam maupun luar negeri.
Mendorong penelitian dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan kesehatan mata di era global., tutup Direktur ARO YLPTK Padang Dr. Alvia Wesnita.
Apresiasi
Turut memberi sambutan Kepala LLDikti Wil X Sumbar-Jambi diwakili oleh Kepala Pokja Sistem Informasi dan Kerja Sama Rukman Wijaya, S.E. yang diawali dengan pantun; Burung merpati terbang ke awan,
Hinggap sebentar di pohon jati.
Akademi Refraksi Optisi mencetak lulusan,
Siap mengabdi sepenuh hati.
LLDIKTI Wilayah X,menyampaikan penghormatan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua Yayasan beserta seluruh jajaran pengurus yayasan atas komitmen dan dedikasi dalam membina serta memajukan Akademi Refraksi Optisi sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia dan kemajuan bangsa.
Ditekankan, hari ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting dalam perjalanan hidup para wisudawan.
Keberhasilan hari ini merupakan buah dari ketekunan, kerja keras, doa, serta dukungan orang tua, keluarga, dan para dosen yang dengan penuh kesabaran membimbing anda hingga sampai pada hari yang membanggakan, sebutnya.
Wisuda hari ini juga mengingatkan kita pada nilai luhur pendidikan nasional yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara. Filosofi Tut Wuri Handayani bukan sekadar semboyan, melainkan semangat yang menuntun kita bahwa pendidikan harus mampu mendorong, menguatkan, dan memerdekakan manusia agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Semangat itu tetap relevan hingga hari ini. Di tengah perubahan zaman yang bergerak sangat cepat, lulusan perguruan tinggi dituntut bukan hanya memiliki ijazah, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, berinovasi, serta menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan sekitarnya, tegas Rukman.
Dikatakan, Kampus tidak cukup hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan hasil riset yang relevan dengan kebutuhan industri, mendukung ketahanan teknologi nasional, serta memperkuat daya saing bangsa di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
Kepada Akademi Refraksi Optisi, diharapkan pupuk semangat keilmuan yang telah tumbuh kuat selama ini terus diarahkan pada penguatan ekosistem riset yang produktif, kolaboratif, dan berdampak.
Dengan demikian, kampus tidak hanya melahirkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga gagasan, inovasi, dan solusi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta pembangunan daerah maupun nasional.
Selain itu, penguatan perguruan tinggi juga tidak dapat dilepaskan dari penguatan kualitas dosen. Melalui Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen, pemerintah menegaskan arah baru pembinaan profesi dosen yang lebih terstruktur, mulai dari pengembangan karier, pengelolaan kinerja, promosi jabatan akademik.
Regulasi ini menempatkan dosen sebagai pilar utama transformasi pendidikan tinggi, sekaligus motor penggerak kemajuan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi nasional.
Karena itu, Akademi Refraksi Optisi teruslah memperkuat ekosistem akademik yang memberi ruang tumbuh bagi para dosen untuk berkarya, meneliti, berinovasi, dan membangun kolaborasi.
Sebab kampus yang maju tidak hanya ditentukan oleh banyaknya lulusan, tetapi juga oleh kualitas dosen yang terus berkembang, produktif, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, tutup Rukman.










