oleh

Pembersihan Sisa Material Longsor di Tanjung Sani Dilanjutkan Besok

Tanjung Sani, siberindo.co — Proses pembersihan sisa material longsor di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam belum tuntas secara maksimal. Bahkan, upaya pembersihan sisa material akan dilanjutkan besok, Kamis (23/12). Meski begitu, akses jalan lingkar Danau Maninjau yang sempat tertutup longsor saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur tersebut mulai dibuka dan bisa dilewati sejak Selasa (21/12) sore kemarin.
Baca Juga  Bukittinggi Perpanjang PPKM Level 3, Pariwisata Dibuka Kapasitas 50%
Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, upaya pembersihan sisa material dengan penyemprotan akan dilanjutkan besok pagi. Ia menyebut, penyemprotan dilakukan untuk menyingkirkan sisa material longsor berupa batu dan lumpur yang masih tertinggal di badan jalan. “Pembersihan sisa material di Jorong Muko Jalan tinggal tahap finishing dengan penyemprotan. Tadi sudah dilakukan menggunakan armada Damkar, namun belum maksimal sehingga dilanjutkan besok pagi,” ujarnya kepada KABA12.com, Rabu (22/12).
Baca Juga  Bila Jumlah Keramba Berkurang 30 - 40 Persen, Akan Dikucurkan Dana Rp 15 Miliar Bagi Nelayan Danau Maninjau
Handria menyebut, pembersihan sisa material longsor di Nagari Tanjung Sani masih menggunakan dua unit alat berat excavator milik BWS Sumatera V dan Dinas PUTR Agam. Ia menambahkan, setelah penyemprotan badan jalan di Nagari Tanjung Sani tuntas, tim Damkar Agam nantinya akan bergerak ke Jorong Muko-Muko, Nagari Koto Malintang untuk membersihkan 1 unit rumah warga yang terdampak longsor. “Selain membersihkan rumah warga, petugas Damkar nantinya juga menyemprot sisa material longsor yang masih tertinggal di ruas jalan provinsi penghubung Lubukbasung – Bukittinggi,” katanya.
Baca Juga  Satu Pena Sumbar Adakan Bincang Buku Syair Cinta Tanpa Kopi, Karya Mohammad Isa Gautama
Menyikapi kondisi cuaca ekstrim yang terjadi sejak akhir-akhir ini, pihaknya menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap potensi bencana alam. “Menurut perkiraan musim pancaroba akan berlanjut hingga Januari 2022, untuk itu masyarakat diminta agar meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian guna meminimalisir dampak dan potensi bencana,” himbaunya. (Bryan/KABA12.com)

Komentar

News Feed