Bila Jumlah Keramba Berkurang 30 – 40 Persen, Akan Dikucurkan Dana Rp 15 Miliar Bagi Nelayan Danau Maninjau
SUMBAR, Siberindo– Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah terus berupaya mengurangi jumlah karamba di Danau Maninjau sebagai dampak dari pencemaran lingkungan kawasan danau. Saat ini keramba ikan yang ada di danau Maninjau berjumlah 17 ribu bagaimana bisa dikurangi sekitar 30 – 40 persen.
Bila ini terwujud, Saya minta Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar bisa menyediakan anggaran sebesar Rp 15 miliar bagi nelayan selingka Danau Maninjau, kata Buya Mahyeldi.
Dana sebesar itu untuk pengadaan perahu, mesin tempel, jaring dan menambah populasi ikan dengan menebar ikan di danau.
“Insya Allah jumlah karamba yang ada saat ini akan terus berkurang. Kita sudah lakukan koordinasi dengan Pemkab Agam dan masyarakat salingka Danau Maninjau untuk lebih memaksimalkan Danau Maninjau, kembali menjadi danau yang sehat.
Gubernur Sumbar menegaskan hal itu saat menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumbar kepada nelayan berupa mesin longtail 8,5 PK sebanyak 44 unit senilai Rp. 349.103.040,-. di Jorong Galapuang Nagari Tanjuang Sani Kecamatan Tanjuang Raya Kabupaten Agam, Minggu (23/5/2021).
Dikutip dari Semangatnews.com jejaring Siberindo Sumbar, lebih lanjut gubernur jika masyarakat yang ada di salingka Danau Maninjau beralih profesi sebagai nelayan tangkap yang jumlahnya 560 nelayan. Maka pihak pemprov Sumbar bersedia membantu yang intinya tidak akan merugikan masyarakat.
“Pemprov Sumbar bersedia mengucurkan dana sebesar Rp.15 Miliar menyesuaikan dengan kebutuhan nelayan di Danau Maninjau. Asalkan nelayan mau meninggalkan keramba menjadi nelayan tangkap.
” Mengurangi jumlah budidaya keramba jaring apung namun juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan di Danau Maninjau. Untuk itu perlu kesepakatan dengan semua masyarakat sekitarnya, untuk melakukan pembersihan di danau guna menjaga kualitas air serta Danau Maninjau sebagai destinasi wisata prioritas,” ungkap Mahyeldi.
Danau Maninjau termasuk salah satu dari 15 danau di Indonesia akan dibersihkan, dijadikan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas,” ujarnya.
Padatnya kegiatan budidaya ikan menggunakan keramba jaring apung di Danau Maninjau saat ini, telah menyebabkan pencemaran air dan kerusakan lingkungan danau.
Sehingga diperlukan alternatif usaha perikanan yang dapat menjaga kelestarian sumberdaya ikan dan air di Danau Maninjau.Dengan demikian tercipta usaha perikanan danau yang ramah lingkungan.
Dikatakan, tujuan penyerahan bantuan tersebut untuk mengalihkan usaha perikanan budidaya keramba jaring apung menjadi usaha penangkapan ikan di Danau Maninjau.
Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar mengatakan, akan siap membantu. Bahkan di kegiatan lain pada tahun 2021 juga telah menyediakan 44 unit jaring untuk 44 nelayan yang tergabung dalam 7 kelompok nelayan, dengan nilai pengadaan sebesar Rp. 198 juta.
“Rencananya penyerahan bantuan dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Termasuk penyediaan Fishbox ukuran 100 liter sebanyak 66 unit dan Fishbox ukuran 1 ton sebanyak 5 unit,” sebut Yosmeri.
Selain itu pihaknya juga akan memberikan pelatihan pengolahan hasil perikanan, pelatihan diversifikasi olahan dengan inovasi ragam olahan dan pelatihan sistim jaminan keamanan hasil perikanan.
Peserta dari Maninjau dan sudah dipraktekkan untuk produk olahan di Danau Maninjau seperti, bada krispi, dendeng rinuak, rakik rinuak, pala rinuak, rinuak krispi, pensi krispi, rendang bada, rendang rinuak, rendang pensi, palai ikan nila, bada salai, stik udang, kripik rinuak dan salai nila.
Hadir dalam penyerahan tersebut Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, Anggota DPRD Prov Sumbar Syafril Huda, Kepala OPD Pemkab Agam, Camat Tanjung Raya, Forkopimcam dan Walinagari se Tanjung Raya. * Zln











Komentar