Maninjau, siberindo.co — Satu batang pohon mengalami tumbang di jalur Kelok 44 tepatnya di Kelok 5, Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Jum’at (19/11) sore.
Akibatnya lalu lintas dari Lubukbasung menuju Bukittinggi tidak dapat dilalui kendaraan.
Pantauan KABA12.com dilokasi, puluhan kendaraan dari kedua arah terjebak macet akibat material pohon tumbang yang menutup badan jalan. Selain itu, material pohon juga menimpa kabel listrik di lokasi.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan menggunakan alat pemotong jenis chain shaw.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi didampingi Wakapolsek Tanjung Raya AKP Akhiruddin mengatakan peristiwa pohon tumbang itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Ia menyebut, kejadian itu disebabkan oleh hujan lebat yang melanda sejak Jum’at siang.
“Saat ini proses evakuasi masih dilakukan oleh tim BPBD Agam bersama TKSK, TNI, kepolisian, nagari, dan pemuda. Akses lalu lintas di lokasi juga tidak bisa dilalui karena material pohon masih menutup badan jalan,” ujarnya kepada KABA12.com
Handria mengakui, beruntung tidak ada kendaraan yang melintas saat kejadian sehingga peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
“Korban jiwa dan luka-luka nihil,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakapolsek Tanjung Raya AKP Akhiruddin menghimbau para pengendara untuk ekstra hati-hati di jalan raya. Hal ini mengingat kondisi cuaca ekstrim dapat memicu terjadinya bencana alam dan kecelakaan lalu lintas
“Mohon tingkatkan kehati-hatian dalam berkendara terutama pada kondisi hujan lebat. Upaya harus dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
(Bryan/KABA12.com)
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar