SUMBAR, Siberindo – Dengan jumlah siswa lebih dari seribu orang, ditambah majelis guru di SMAN 4 Padang, pelaksanaan shalat berjemaah terpaksa dilakukan sampai 4 shift, sehingga memakan waktu belajar. Karena itu, sekolah tersebut membutuhkan masjid dengan kapasitas besar, agar ibadah bisa serentak berjemaah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, ketika meletakkan batu pertama pembangunan masjid di SMAN 4 Padang, Senin (15/11/2021), menyatakan mendukung pembangunan itu.n”Keberadaan masjid di sekolah akan mendukung implementasi pendidikan berkarakter berdasarkan Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah. Karena itu upaya untuk mendirikan sarana ibadah itu perlu didukung,” ujarnya.
Dikatakan, pendidikan tidak hanya untuk mencapai prestasi dalam ilmu tetapi juga berakhlak dan berkarakter. Salah satunya dengan adanya sarana ibadah yang representatif. “Sesuai visi Indonesia Emas 2045, pondasi kepemimpinan harus sudah disiapkan sejak saat ini karena nanti yang akan menjadi pemimpin bangsa adalah para siswa yang ada di SMA,” jelas Mahyeldi.
Kepala Sekolah SMAN 4 Padang, Retno Sri Wahyu Ningsih, mengatakan pelaksanan ibadah terutama shalat Dhuhur di sekolah, sudah lama jadi masalah. Dicoba mencarikan solusi dengan mengalihkan pelaksanaan shalat di aula tetapi mengganggu pada jadwal pelajaran karena aula dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan belajar seperti olahraga dan kesenian.
“Karena itu setelah sepakat bersama, kita upayakan membangun masjid yang untuk awalnya dibantu melalui APBD Sumbar, difasilitasi anggota DPRD Bustami Hidayat,” katanya.
Diperkirakan pembangunan masjid dua lantai tersebut akan menelan biaya Rp3,32 miliar sementara anggaran awal yang dibantu sekitar Rp600 juta. “Kita berharap dukungan dari semua pihak agar masjid bisa segera selesai pembangunannya dan implementasi pendidikan berkarakter bisa terlaksana dengan baik di SMAN 4 Padang,” ujarnya.











Komentar