Lubukbasung, siberindo.co — Dampak kematian ribuan ikan di danau Maninjau sejak Sabtu pekan lalu, tidak hanya memicu bau menyengat yang di wilayah kecamatan Tanjung Raya, tapi juga berpengaruh terhadap kualitas air minum PDAM Agam yang dikonsumsi masyarakat di wilayah kecamatan Lubukbasung.
Sejak Minggu kemarin, masyarakat khususnya konsumen di Lubukbasung mengeluhkan berubahnya bau dan warna air “bersih” yang dikonsumsi sebagian konsumen PDAM Agam di Lubukbasung yang sumber distribusi airnya berasal dari aliran danau Maninjau.
Selain keruh, air yang sampai ke rumah-rumah konsumen menebar bau anyir menyengat yang dikuatirkan berdampak terhadap kesehatan warga, karena kuatir, kondisi sengaja beralih memanfaatkan air gallon isi ulang yang dinilai lebih bersih dan sehat.
Terdampaknya distribusi air yang dikelola PDAM Agam itu, dibenarkan Hendri Chaidir, direktur PDAM Agam di Lubukbasung, Senin, (14/2).
Secara singkat, Hendri Chaidir menegaskan pihaknya sudah mengantisipasi hal itu dengan memperketat pengolahan air di sumber air di instalasi pengolahan air (IPA) PDAM Agam.
Kondisi serupa dialami para konsumen PDAM Agam, pasca kejadian serupa yang melanda ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) beberapa waktu lalu. Kasus kematian ikan yang intensitasnya cukup tinggi sejak akhir tahun lalu hingga pertengahan Februari ini, tidak hanya berdampak terhadap kondisi danau dan geliat wisata di kawasan itu.
Kejadian rutin itu, juga berpengaruh terhadap distribusi air PDAM Agam ke konsumen di wilayah Lubukbasung, karena perusahaan daerah tersebut, salah satunya memanfaatkan aliran air dari danau Maninjau sebagai salah satu sumber air untuk didistribusikan pada konsumen.
Payakumbuh, Siberindo Setelah viral sampai tingkat nasional berita dan video Pernyataan Sikap Anak Nagori Koto Nan Ompek terkait tanah ulayat Pasar Syarikat
Padang, Siberindo Menyikapi polemik Pemko Payakumbuh dengan Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek soal tanah ulayat Pasar Payakumbuh, LKAAM Sumbar mengusulkan kedua
Limapuluh Kota, Siberindo Ketum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati menggelorakan gerakan bagi-bagi Al-Quran
Payakumbuh, Siberindo Pengukuhan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Payakumbuh periode 2025-2030 sangat istimewa. Selain jadi momentum pengabdian tanpa batas bagi