oleh

Ribuan Ikan Mati di Danau Maninjau, Air PDAM Kembali Anyir dan Keruh

Lubukbasung, siberindo.co — Dampak kematian ribuan ikan di danau Maninjau sejak Sabtu pekan lalu, tidak hanya memicu bau menyengat yang di wilayah kecamatan Tanjung Raya, tapi juga berpengaruh terhadap kualitas air minum PDAM Agam yang dikonsumsi masyarakat di wilayah kecamatan Lubukbasung. Sejak Minggu kemarin, masyarakat khususnya konsumen di Lubukbasung mengeluhkan berubahnya bau dan warna air “bersih” yang dikonsumsi sebagian konsumen PDAM Agam di Lubukbasung yang sumber distribusi airnya berasal dari aliran danau Maninjau.
Baca Juga  Dampak Cuaca Panas di Agam, Banyak Areal Perkebunan Terbakar
Selain keruh, air yang sampai ke rumah-rumah konsumen menebar bau anyir menyengat yang dikuatirkan berdampak terhadap kesehatan warga, karena kuatir, kondisi sengaja beralih memanfaatkan air gallon isi ulang yang dinilai lebih bersih dan sehat. Terdampaknya distribusi air yang dikelola PDAM Agam itu, dibenarkan Hendri Chaidir, direktur PDAM Agam di Lubukbasung, Senin, (14/2). Secara singkat, Hendri Chaidir menegaskan pihaknya sudah mengantisipasi hal itu dengan memperketat pengolahan air di sumber air di instalasi pengolahan air (IPA) PDAM Agam.
Baca Juga  FKUB Bukittinggi Rapat Evaluasi Siapkan Program 2022
Kondisi serupa dialami para konsumen PDAM Agam, pasca kejadian serupa yang melanda ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) beberapa waktu lalu. Kasus kematian ikan yang intensitasnya cukup tinggi sejak akhir tahun lalu hingga pertengahan Februari ini, tidak hanya berdampak terhadap kondisi danau dan geliat wisata di kawasan itu. Kejadian rutin itu, juga berpengaruh terhadap distribusi air PDAM Agam ke konsumen di wilayah Lubukbasung, karena perusahaan daerah tersebut, salah satunya memanfaatkan aliran air dari danau Maninjau sebagai salah satu sumber air untuk didistribusikan pada konsumen.
Baca Juga  Tim Safari Ramadhan Dipimpin Gubernur di Kota Bukittinggi, Bantu Uang Rp50 Juta dan Kitab Suci Al Qur'an 
HARMEN/kaba12.com

News Feed