Kotomalintang, siberindo.co — Wakil Bupati Agam Irwan Fikri melakukan kunjungan ke lokasi tumbuhnya salah satu pohon terbesar di dunia jenis Medang di kawasan hutan Jorong Ambacang, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (4/11).
Pada kesempatan itu, Wabup turut didampingi Camat Tanjung Raya Handria Asmi, Walinagari Koto Malintang Naziruddin Dt Palimo Tuo, petugas BKSDA Resor Agam, Polsek Tanjung Raya, dan masyarakat sekitar.
Informasi yang diperoleh KABA12.com, pohon besar dengan nama latin Litsea sp itu berusia sekitar 560 tahun, memiliki ukuran diameter 4,6 meter, lingkar batang 14 meter, tinggi cabang 34 meter, dan tinggi total keseluruhan mencapai 50 meter.
Menurut Wakil Bupati Irwan Fikri, keberadaan pohon besar itu membuktikan bahwa masyarakat setempat sudah menjaga lingkungan alam dengan baik bahkan walinagarinya juga pernah mendapatkan penghargaan di tingkat nasional pada 2013 silam.
“Masyarakat Nagari Koto Malintang sudah menunjukkan bagaimana perjuangan dan semangat mereka dalam menjaga lingkungan. Kita berharap, semangat ini dapat terus menyebar agar masyarakat lainnya dapat memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan,” kata Wabup kepada wartawan.
Ia menyebut, pihak terkait juga memiliki wacana untuk menjadikan lokasi tumbuhnya pohon besar itu sebagai kawasan eksklusif dan dilindungi.
“Rencananya lokasi ini akan dijadikan sebagai zona kawasan ekosistem esensial (KEE). Untuk itu kita dari pemerintah daerah akan segera menyiapkan perangkat hukumnya,” ujarnya.
Disamping itu, pihak juga menyambut positif kawasan tersebut untuk dijadikan sebagai objek wisata alam. Selain itu, ia juga menilai bahwa lokasi itu dapat dijadikan sebagai kampus alam karena siapapun yang berkunjung akan belajar tentang menjaga alam.
“Ketika masyarakat berkunjung kesini, mereka jangan sampai merusak alam yang sudah terjaga ini. Semestinya mereka menjadikan tempat ini sebagai tempat belajar menjaga alam dan lingkungan,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Agam juga mendukung penuh untuk pengembangan objek wisata alam di Nagari Koto Malintang.
“Sesuai dengan visi misi pak Bupati bersama saya dan tertuang dalam RPJMD bahwa menjadikan sektor pariwisata sebagai produk unggulan untuk mengungkit perekenomian masyarakat. Nah, objek wisata alam ini bisa dimanfaatkan, tinggal bagaimana camat, walinagari dan tokoh masyarakat membangun komunikasi sehingga kita tau apa yang perlu di support untuk pengembangan objek wisata ini,” jelasnya.
(Bryan/kaba12.com)
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan penyelesaian berbagai persoalan daerah tidak cukup dilakukan melalui langkah-langkah sesaat atau sekadar penertiban di lapangan.
Apel gabungan yang diikuti oleh berbagai unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, instansi vertikal, serta komunitas peduli lingkungan ini dipimpin oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Ombudsman Republik Indonesia memperkuat sinergi pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Penyelenggaraan
Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam mengembangkan ekonomi umat dan memperkuat budaya halal kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Gubernur
Komentar