Kotomalintang, siberindo.co — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam mengklaim bunga bangkai berukuran raksasa yang tumbuh di kawasan perkebunan warga Jorong Ambacang, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam akan mekar dalam waktu sepekan kedepan.
Kepala BKSDA Resor Agam Ade Putra mengatakan, bunga bangkai dengan nama latin Amorphophallus Gigas itu memiliki ukuran tinggi 4,13 meter, lingkaran batang bagian tengah 44 centimeter, dan lingkaran bawah 52 centimeter.
Ia menyebut, tumbuhan langka itu saat ini telah dipagar oleh pemerintah nagari dan masyarakat sekitar agar tidak dirusak.
“Berdasarkan perkiraan kami, bunga bangkai ini akan mekar dalam waktu sepekan kedepan. Pada puncaknya nanti, bunga mengeluarkan bau busuk untuk menarik kumbang dan lalat guna membantu proses penyerbukan,” kata Ade Putra kepada KABA12.com, Jum’at (5/11).
Ade menambahkan, tumbuhan langka ini dilindungi undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Ia juga menghimbau masyarakat untuk melestarikan lingkungan alam kelangsungan hidup di masa depan.
Sebelumnya, Wakil Bupati Agam Irwan Fikri melakukan kunjungan ke lokasi penemuan bunga bangkai raksasa itu pada Kamis (4/11) kemarin.
Dalam kunjungannya, ia merasa kagum dengan tumbuhan langka setinggi 4,13 meter itu. “Ini sebuah fenomena yang menakjubkan sekali karena ukurannya yang besar dan sangat langka,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat lainnya untuk datang ke lokasi guna melihat secara langsung tumbuhan langka tersebut.
“Saat mekar nanti pasti ini merupakan sebuah pemandangan yang sangat indah. Insyaallah kalau ada kesempatan, saya akan datang lagi kesini untuk melihat bunga itu mekar,” ungkapnya.
(Bryan/kaba12.com)
BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai menyiapkan langkah-langkah untuk menggerakkan kembali ekonomi Batam. Namun masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,
Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Aziz Syamsuddin menyambut baik rencana pembuatan Newsroom (ruang berita) yang digagas
Komentar