Lubukbasung, siberindo.co — Gelaran MTQ ke-5 Nagari Lubukbasung yang dipusatkan di kantor walinagari Lubukbasung Senin kemarin berjalan sukses.
Dalam event tahunan keagamaan yang digelar ditingkat nagari itu, kafilah Jorong IV Surabayo, Nagari Lubukbasung sukses memborong mayoritas gelar juara dari berbagai cabang yang diadakan dalam kegiatan tersebut.
Bahkan, Walijorong Surabayo Rino Syamna Putra, sampai kewalahan menerima piala hasil lomba yang diserahkan panitia kepadanya, karena jumlahnya mencapai 11 piala dari 4 cabang yang digelar dalam kategori putra-putri.
“Alhamdullilah, ini luar biasa, kami sangat berterimakasih atas prestasi gemilang yang diperlihatkan para putra-putri dari Jorong Surabayo, kami sangat bangga, ini prestasi luar biasa yang akan terus kami pertahankan, “ sebut Rino Syamna Putra.
Secara khusus, walijorong Surabayo itu mengungkap terimakasih atas peran aktif dan bimbingan yang dilakukan para guru MDA dan para guru agama di berbagai MDA-MDTA di wilayah Jorong Surabayo, yang suskes mendidik dan membina anak-anak, sehingga bisa memperlihatkan prestasi terbaiknya.
Ditegaskan, prestasi itu akan menjadi catatan penting bagi pihaknya dan pemerintah nagari di Lubukbasung, untuk menjadikan para juara itu, sebagai calon anggota kafilah yang akan bersaing dalam event serupa ditingkat kecamatan dan kabupaten Agam mendatang.
Gelar Juara Yang Diborong Jorong Surabayo:
1. Tilawah Anak-Anak (SD)
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar