PADANG – Puluhan dokter dan tenaga medis di Sumatera Barat terpapar virus corona. Tenaga medis ini bekerja pada sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Pasaman, Agam, Padang Panjang, Batusangkar dan Padang.
Banyaknya tenaga medis yang positif Covid-19, Gubernur Sumbar diminta untuk kembali menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di daerah itu.
Di RSUP M Djamil Padang tercatat sebanyak 24 tenaga kesehatan dinyatakan positif corona virus disaese (COVID-19). Sementara di Semen Padang Hospital, sebanyak 15 orang tenaga medisnya yang positif. Kini rumah sakit menutup sebagaian besar layanannya.
Tenaga medis yang positif Covid-19 juga terdapat di Agam. Di kabupaten ini sebanyak 5 orang tenaga medis yang positif. Di Kabupaten Tanah Datar sebanyak 8 orang.
“Dari 24 orang yang positif Covid-19 di antaranya 16 orang melakukan isolasi mandiri di BPSDM dan delapan orang lainnya menjalani perawatan di RSUP M Djamil Padang karena diduga memiliki penyakit penyerta,” jelas Gustavianof, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang, Jumat (28/8/2020).
Sementara di Kabupaten Pasaman Barat, dilaporkan sebanyak 10 orang dokterdinyatakan positif mengidap Covid-19, Sabtu (29/8). Delapan dari sepuluh dokter itu merupakan dokter rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat, sedangkan dua dokter lagi merupakan dokter Puskesmas Sukomananti. Kesepuluhnya adalah dokter umum. Akibatnya, sebagian layanan di rumah sakit ditutup sementara.
Dijelaskan Gustav pula, dari 24 tenaga kesehatan yang positif Covid-19 itu, bukan berasal dari pasien terinfeksi Covid-19 yang tengah dirawat di RSUP M Djamil Padang. “Mereka bukan terinfeksi dari dalam rumah sakit, berkemungkinan terinfeksi dari luar karena berkontak dengan pasien yang positif Covid-19 dari luar,” katanya.
Dokter Surati Gubernur
Dr M Fadil, salah seorang dokter RSUP M Djamil Padang yang positif Covid-19 minta kepada Gubernur Sumbar untuk melaksanakan PSBB kembali. Ia mengkhawatirkan tenaga medis di Padang, khususnya di RSUP D Djamil bertambah banyak yang terpapar hingga menyebabkan penanganan pasien lainnya tidak dapat terlaksana dengan maksimal. RSUP M Djamil merupakan sumber rujukan pasien Covid.
“Benteng terakhir hampir kolaps, kita hampir kalah,” sebut Fadil dalam suratnya kepada Gubernur Sumbar.
“RSUP M Djamil sebagai pusat rujukan jantung regional Sumatera bagian tengah, yang mampu melakukan intervensi pada penyakit jantung koroner ada 3 orang, termasuk saya. Salah satu dari yang bertiga itu saat ini sudah terkonfirmasi positif,” jelasnya.
Saat ini tenaga kesehatan, sebutnya, baik itu dokter spesialis, dokter residen dan perawat di RSUP dr M Djamil dan di beberapa RS lain di kota Padang sudah mulai tumbang, beberapa di antaranya sudah terkonfirmasi positif ada yang dengan gejala ada yang tanpa gejala.
“Bila saya perhatikan, hal ini dikarenakan perilaku masyarakat yang abai, tidak patuh dengan protokol kesehatan. Masih takut tapi sebatas untuk berghibah dan mencaci saja. Sering menakuti dengan data seperti hobi membagikan data pribadi orang lain. Tapi perilaku yang diterapkan bertolak belakang dengan protokol seharusnya, masih enggan untuk diperiksa padahal ada kontak dan yang lebih parahnya,” sebutnya dalam surat.
Bila kondisi ini dibiarkan, menurut Fadil, bukan tidak mungkin Padang akan berubah menjadi seperti Surabaya. Ia minta Gubernur melakukan antisipasi yang kongkret seperti pemberlakuan ulang PSBB. Tutup semua gerai makanan yang bersifat dine in atau makan di tempat. Tracing dan testing ditingkatkan, dan stop menyebar data pribadi.
“Bila memang ada orang yang dirasa kurang amanah, keluarkan saja dari WAG yang mampu mengakses data pribadi tersebut. Beri dukungan penuh berupa APD lengkap kepada RS rujukan covid, edukasi yang masif kepada masyarakat, support dr Andani dan tim secara moral dan materil, karena mereka bekerja sampai subuh untuk melakukan pemeriksaan. Apabila diperlukan tambahan SDM, reagen dan peralatan, mari kita carikan solusinya,” sebutnya.(ak/afr)











Komentar