oleh

Batik Sampan Kota Pariaman Kian Berkembang, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Pariaman, Siberindo.com – Batik Sampan yang diproduksi pengrajin batik di Desa Punggung Ladiang Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman terus mengalami perkembangan. Selain permintaan yang terus meningkat, jumlah tenaga kerja yang diserap pun bertambah. Ekonomi masyarakat pengrajin pun meningkat.

Seperti diakui pengrajin batik Sampan Desa Punggung Ladiang Rini Safitri (38) kepada Siberindo.co, Jumat (28/8/2020) di kediamannya, Dusun Parik Desa Punggung Ladiang, permintaan batik Sampan kini mulai meningkat.

“Selain itu, sudah ada lima orang karyawan yang rutin menerima upah. Rata-rata seorang karyawan menerima upah Rp 60.000 hingga Rp 100.000. Tergantung dari jenis pekerjaan dan lamanya bekerja. Rata-rata jam kerjanya dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB,” tutur Rini yang juga Ketua Kelompok Batik Sampan Tiga Diva ini.

Baca Juga  Sidak Prokes ke Sekolah, Wawako Padang Cukup Puas

Menurut Rini, dirinya mulai membatik diawali dengan mengikuti pelatihan membatik yang diadakan Koperindag Kota Pariaman bekerjasama dengan Balai Diklat Industri akhir 2018 lalu. Hingga kini terus membatik yang dimulai dari proses melukis, canting, waterlas hingga mencelup.

Saat ini, kata Rini, ada pesanan sebanyak 30 helai dari Koperindag Kota Pariaman. “Dari pesanan tersebut, sudah ada diantara karyawannya yang berganti handphone untuk lebih memudahkan komunikasi,” kata Rini didampingi Ketua Karang Taruna Tigo Sapilin Desa Punggung Ladiang Armen Saputra.

Baca Juga  Rumah Gadang Terbakar di Lasi Mudo, Dinsos Agam Serahkan Bantuan

Dikatakan, satu helai/stel batik  panjang 2,6 meter dijual seharga Rp 400.000. Sedangkan batik tidak berpola dengan ukuran 2 meter dijual seharga Rp 300.000. Harga ini bisa bervariasi lagi tergantung tingkat kesulitan motifnya. Ciri khas motif batiknya adalah tabuik, sesuai dengan ikon Kota Pariaman.

Rini mengakui, salah satu kendala dalam merekrut tenaga baru untuk membatik adalah belum pernah diberikan pelatihan. Masih banyak yang ingin membatik, tapi mereka belum dilatih. “Kami sangat berharap ada pelatihan membatik ini di Kota Pariaman sehingga mereka yang berminat dapat mengikutinya,” tutur Rini mengakhirinya.

Baca Juga  Wako Pariaman Terharu, Teteskan Airmata Sampaikan Laporan pada Wapres RI Ma’ruf Amin

Pj. Kepala Desa Punggung Ladiang Kecamatan Pariaman Selatan Hendri Saputra, yang dihubungi Siberindo.co di kantornya, Jumat (28/8) mengungkapkan, sangat mendukung pengrajin batik Sampan. “Pemerintah Desa Punggung Ladiang sangat mendukung pengembangan batik tersebut. Melalui program pemberdayaan Desa Punggung Ladiang kita akan upaya pelatihannya. Sehingga pengrajin batik bisa bertambah dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Hendri Saputra. (at)

Komentar

News Feed