Lubukbasung, siberindo.co — Kasus pandemic Covid-19 di kabupaten Agam sudah semakin tipis. Dibuktikan dengan semakin kecilnya angka penambahan kasus terkonfirmasi positif dan terus bertambahnya jumlah pasien sembuh dari paparan virus corona itu.
Seperti halnya Rabu,(29/9) ini, kabupaten Agam mencatatkan penambahan 2 pasien sembuh, yang berasal dari kecamatan IV Angkek, sementara hari ini tidak ada penambahan kasus positif baru maupun warga yang meninggal.
Hingga hari ini, kasus aktif di kabupaten Agam tersisa 109 orang, dimana kasus tertinggi masih ditempati kecamatan Lubukbasung sebanyak 47 orang disusul kecamatan Tanjung Raya 18 kasus, dan kecamatan Ampek Nagari 12 kasus.
Menurut Yosefriawan, Asisten II Sekab.Agam yang juga Koordinator Bidang Data-Sosialisasi Satgas Penanganan Covid-19 Agam, hingga Rabu ini, total akumulasi kasus pandemic Covid-19 di kabupaten Agam mencapai 7.771 kasus, dengan rincian 7.453 orang sudah dinyatakan sembuh, 209 orang meninggal dunia, dan 109 kasus aktif, masing-masing 8 orang dirawat di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 dan 101 orang menjalani isolasi mandiri.
Asisten II Sekab.Agam itu mengaku optimis, dengan perkembangan kondisi saat ini, dan berharap bisa segera dinyatakan bebas dari paparan virus corona, dan seluruh warga yang saat ini menjalani perawatan dan isolasi mandiri bisa segera pulih.
Walau demikian, Yosefriawan berharap, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas harian, sebagai upaya bersama mengantisipasi penyebaran virus corona, “ jangan abai, selalu pakai masker,jaga jarak aman, jaga imun tubuh, “ himbaunya.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar