oleh

Atasi Kekeringan Sawah di Maek, Pemkab Perbaiki Banda Subarang

Limapuluh Kota, Siberindo

 

Petani di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, tidak lama lagi akan bisa panen mimimal dua kali setahun. Kenapa? Karena selama ini sudah lama, lahan pertanian yang ada di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan ini, mengalami kekurangan air bahkan sampai kekeringan.

 

Untuk mengatasi itu, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas PUPR melakukan perbaikan saluran air yang ada disana, yakni saluran Banda Subarang.

Baca Juga  Pendistribusian Kurban di Balaikota Pariaman Diantar Langsung ke Masyarakat

 

Kepala Dinas PUPR Limapuluh Kota Yunire Yunirman melalui PPK Yuhendri menjelaskan, saluran Bandar Subarang merupakan salah satu saluran yang membentang ke areal pertanian masyarakat Maek. Ada ratusan hektar areal pertanian yang bergantung pada saluran tersebut.

 

“Ini yang kita perbaiki, sehingga kedepan saluran air bisa berfungsi baik untuk mengaliri sawah-sawah petani,” kata Yuhendri pada Minggu (5/9) siang, seperti dikutip PilarbangsaNews, jaringan Siberindo.Co.

 

Proyek tersebut, katanya dikerjakan oleh CV Prima Jaya dengan nilai kontrak sebesar Rp820 juta. Sementara pihak rekanan CV Prima Jaya, Donal Mahaputra menjelaskan, pembangunan saluran Banda Subarang tersebut masih dalam tahap pemasangan dinding saluran. Ada 858 meter panjang saluran yang sedang dikerjakan.

Baca Juga  Kades di Sawahlunto Jadi Ujung Tombak Pengurangan Kemiskinan

 

“Lokasi proyek sangat jauh dan tidak ada akses jalan untuk distribusi material. Ini kendala kita di lapangan. Dengan kendala ini dan waktu kontrak yang masih lama, proyek ini terpaksa kita genjot habis,” ucap Donal Mahaputra.

 

Katanya lagi, karena tidak memiliki akses jalan, untuk distribusi material seperti semen, kerikil, batu, pasir, terpaksa dilakukan dengan memanfaatkan sling yang dihubungkan dari tebing ke tebing.

Baca Juga  Luar Biasa, Nurnas Bantu Hand Traktor Untuk Petani Batang Anai dan Lubuk Alung

 

“Lokasi berada di balik tebing dekat lereng perbukitan. Karena tidak memiliki akses jalan terpaksa kami memakai sling. Seluruh material diangkut dengan sling yang saling menyambung. Mudah-mudahan kerja keras kami memberikan manfaat ke petani di Maek nantinya,” ucap Ronal lagi. (PB)

Komentar

News Feed