oleh

Media Tanam Hidroponik Dari Barang Bekas, Karya Kukerta UNRI Dapat Apresiasi

Bukittinggi, siberindo.co — Beragam ide kreatif dilakukan para mahasiswa yang tengah melakukan kuliah kerja nyata (kukerta) di berbagai daerah. Ide yang banyak mencuat, justru memanfaatkan dampak pandemic covid-19, dimana masyarakat diharuskan untuk tidak banyak beraktifvitas diluar rumah untuk menghindari kerumuman. Seperti halnya yang dilakukan tim Kukerta “balek kampuang” Universitas Riau, di kelurahan Pakan Kurai, kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, yang sengaja memanfaatkan barang-barang bekas untuk dijadikan media tanam.
Baca Juga  Pertama Kota Pariaman Raih Peringkat III Anugrah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020
Hidroponik merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air, tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Pada masa pandemi covid ini, banyak masyarakat mempunyai waktu luang dirumah. Program ini merupakan bagian dari program kerja (proker) tim kukerta UNRI kepada masyarakat di Kelurahan Pakan Kurai, Guguak Panjang, untuk menambah pengetahuan masyarakat dengan memanfaatkan lahan yang ada.
Menurut Mai Rada Safitri, ketua tim Kukerta UNRI Pakan Kurai, pada masa pandemi seperti saat ini, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga pihaknya mencoba mencari peluang agar masyarakat bisa beraktifivitas khusus dengan tetap mentaati protokol kesehatan.
Baca Juga  Kadis Kominfo Agam Lantik Pejabat Fungsional, Rahmat Lesmono : Harus Bekerja Profesional
Ditambahkan, pihaknya memanfaatkan bahan yang ada seperti keranjang dan botol bekas dapat membuat tanaman hidroponik yang akan meningkatkan ekonomi masyarakat, “ penggunaan barang bekas dapat mengurai peredaran limbah plastik khususnya di kelurahan Pakan Kurai” ujarnya. Disebutkan, pembuatan media tanam hidroponik ini tidak memerlukan waktu lama dan mudah dipratekkan dengan menggunakan bahan dan alat yang mudah ditemui dirumah. Jenis tanaman sayuran yang dapat ditanam adalah benih bayam, selada, kangkung dan sejenisnya, dengan bahan yang digunakan adalah keranjang, rockwoll dan lidi.
Baca Juga  947 KK Dapat Bantuan Beras Dari Pemko Bukittinggi
“Dengan bercocok tanam dapat menghilangkan kejenuhan dirumah,apalagi di masa pandemic covid-19, sekaligus memberi dampak positif di berbagai aspek, “ ungkap Mai Rada Safitri lagi. HARMEN/kaba12.com

Komentar

News Feed