oleh

Alvaro, Mantan Pesepakbola U-13 PSP, Diamputasi Satu Kakinya yang Terserang Osteosarcoma

Sumbar, Siberindo – Raditya Alvaro, sekarang 16 tahun, mantan pemain sepakbola U-13 di Padang, hanya punya satu kaki. Ia terpaksa menjalani amputasi kaki kanannya setelah bertahun-tahun menderita osteosarcoma (jenis kanker tulang).

“Alhamdulillah, Alvaro sudah selesai operasi om. Sekarang lagi siap-siap menghadapi ujian semester genap. Semoga Alvaro bisa ikut ujian dengan lancar,” ujar Raditya Alvaro, Eks PSP U-13 ketika dihubungi via telpon reporter Minangsatu, jejaring Siberindo di Padang, Selasa (01/06/2021).

Dari nada bicaranya, terdengar Alvaro sudah mulai pulih secara psikologis. Penggemar Asnawi Mangku Alam ini mulai kembali berani berbicara dan bercanda. Keadaan ini berbeda jauh dengan kondisi Alvaro sebelum dioperasi.

Amrizal (43 tahun) ayah kandung Alvaro menuturkan bahwa tepat dua hari usai lebaran, kaki Alvaro mengalami pendarahan hebat yang memaksa pihak keluarga harus segera membawanya ke rumah sakit.”Kami khawatir kenapa-kenapa lalu kami putuskan untuk segera melarikannya ke RS. Setelah dirawat sepekan, Dokter menganjurkan untuk segera diamputasi, karena itulah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa Alvaro,” ujarnya. Berkat kerjasama dari seluruh pihak, baik Pemko Padang, Pengurus PSP Padang, KONI Kota Padang, Dinas Kesehatan Kota Padang, maupun banyak pihak lainnya akhirnya Raditya Alvaro menjalani operasi pengangkatan kaki kanan (amputasi) pada Kamis lalu (27/05/2021).

Baca Juga  Ketua DPRD Bukittinggi : Jangan Provokasi, Kedepankan Sportifitas

Setelah operasi amputasi ini, Amrizal harus menunggu hasil cek labor yang akan keluar pada 11 Juni 2021 mendatang. Menurutnya, hasil cek labor tersebut menentukan arah pengobatan Alvaro ke depan. “Jadi, pengobatan Alvaro belum selesai. Menurut keterangan dokter kami harus menunggu hasil cek labor terlebih dahulu. Kalau ternyata hasil cek labornya menunjukkan masih pada stadium 2 kami boleh sedikit lega dengan tentunya melanjutkan pengobatan pemulihan, tapi kalau sudah masuk stadium 3 atau lebih, Alvaro harus kembali mengikuti chemotherapy. Semoga hasilnya baik dan Alvaro bisa kembali pulih,” harap Amrizal.

Baca Juga  DPRD dan Pemko Tandatangani Nota Kesepahaman Ranperda RPJM 2021-2026

Dengan selesainya operasi amputasi kaki Alvaro, artinya saat ini ia tidak lagi memiliki kaki yang lengkap. Ia harus melanjutkan hidupnya dengan satu kaki. Tentunya bukanlah perkara yang mudah, apalagi buat remaja usia belasan dengan segudang mimpi dan cita-citanya.

Baginya, dana bantuan yang selama ini ia terima dari Wali Kota, PSP, KONI, serta berbagai donatur telah habis untuk biaya berobat Alvaro termasuk melunasi tunggakan BPJS. “Terimakasih banyak kepada semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Berkat bantuan dana dari semua donatur, Alvaro bisa dioperasi serta melunasi tunggakan BPJS karena itu semua dana tersebut telah habis terpakai,” ujar Amrizal.

Baca Juga  Kadis Perpustakaan Pariaman:  Penulis Bisa Berumur Panjang Karena Karya Yang Ditulisnya

Disebutkan Amrizal, saat ini ia sedang berfikir bagaimana caranya Alvaro bisa segera mendapatkan kaki palsu serta pembelian obat pemulihan pasca operasi. “Ya, pastilah saya ingin mencarikan kaki palsu untuk anak saya. Segera setelah ia dinyatakan sembuh operasi dan diizinkan memakai kaki palsu, saya berharap Alvaro pun segera bisa memakai kaki palsu,” harapnya.

Komentar

News Feed