Muncul 2 Klaster Baru di Sumbar, Pasien Covid-19 Bertambah 9
PADANG – Muncul klaster baru di lingkungan perkantoran dalam penyebaran virus corona di Sumatera Barat. Yakni di kantor PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Padang dan Bank Nagari Padang.
Di Bank Nagari saja setidaknya terpantau 5 orang yang positif Covid-19. Mereka adalah karyawan, satpam dan petugas cleaning service. Ini bahkan meluas pada keluarga mereka.
Sementara di PT Telkom terpapar dua orang.
Data hingga pukul 14.00 WIB Minggu (02/08/2020, pasien positif Covid-19 bertambah 9 orang. Pasien positif Covid-itu 19 berasal dari Padang 7 orang, Kota Solok 1 orang dan Kabupaten Solok 1 orang.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Jasman Rizal, membenarkan terjadinya klaster baru di kantor BUMN dan bank tersebut. “Hari ini, ada tambahan dua kasus baru di Bank Nagari,” ujarnya. Namun ia belum mau menyebutkan jumlah.
Di PT Telkom Sumbar, kasus positif di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga kembali bertambah. “Awalnya satu pegawai Telkom. Tapi kabarnya ada tambahan kemarin lagi. Tidak tahu berapa,” katanya.
Merebaknya virus corona di Bank Nagari dan PT Telkom Sumbar berawal dari pasangan suami-istri yang bekerja di dua perusahaan tersebut. Diketahui, pasangan itu baru pulang dari wilayah Jakarta untuk menghadiri acara keluarga.
“Berawal ada seorang pegawai yang stafnya ada kegiatan keluarga di Jakarta. Jadi suami kerja di Telkom, istrinya di Bank Nagari. Mereka sama-sama positif,” jelasnya.
Terkait kasus corona di dua perusahaan itu, jelas Jasman, maka akan kembali diperketat bagi pendatang dari luar. Regulasi ke depan tak hanya rapid tes tapi diwajibkan tes swab. Dua perusahaan itu akan dites swab semua karyawan, semua anak perusahaan.
Menyikapi kondisi ini, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menginstruksikan, kepada seluruh kepala OPD ataupun SKPD untuk mengingatkan dan selalu mengarahkan staf di lingkungan kerja masing-masing agar mematuhi protokol kesehatan.
“Kepala OPD ataupun SKPD untuk mengingatkan dan selalu mengarahkan staf di lingkungan kerja masing-masing agar mematuhi protokol kesehatan. Jangan lalai dan anggap sepele,” tegasnya.(afr)











Komentar