oleh

Erizal, Sang Pengrajin Topi Kulit di Tanah Datar, Mencoba terus Bertahan

Sumbar, Siberindo – Meski dari sisi ekonomi kurang menjanjikan, namun Erizal (60) warga nagari Panyalaian, kec. X Koto, kab. Tanah Datar ini, tetap setia menekuni profesinya sebagai pengrajin topi kulit yang telah ia lakoni puluhan tahun.

Sebagai satu-satunya pengrajin kulit di kecamatan X Koto, pria kalem yang akrab disapa dengan panggilan Eri ini, bertahan dalam konidisi apa adanya. Ia mengaku tak pernah menerima bantuan peralatan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kendati lokasi tempat usahanya kerap di survei OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait di pemerintah kabupaten Tanah Datar.

“Saya kerap dikunjungi pejabat Pemkab Tanah Datar, dan ditanya bantuan apa yang diibutuhkan untuk penunjang usaha saya. Setelah saya sampaikan. Nyatanya, telah puluhan tahun berlalu yang namanya bantuan Pemkab tak pernah kunjung datang,” ujar Eri lirih.

Sebagai orang yang bergerak di sektor kerajinan kulit, usaha ini terkesan seperti tidak mendapat tempat di program Pemkab Tanah Datar. Artinya, sebagai penggerak usaha kecil profesi atau usaha kerajinan Topi Kulit, seakan di anak tirikan. “Padahal, bantuan Pemkab sangat saya harapkan sekali,” sambung Eri yang memberi merek produknya Balelo Moris.

Baca Juga  26 Pelamar Pengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Agam Dinyatakan Lulus Seleksi ADM

Disinggung pendapatan, dijelaskannya, terkadang satu hari ia hanya bisa menjual 1 hingga 2 buah topi dengan harga/buah mulai dari Rp175 ribu hingga Rp200 ribu. Bahkan, ado nan indak pacah talua (tidak ada pembeli), lanjut Eri yang lokasi usahanya berada disamping kediamannya jalan raya Padang Panjang – Bukittinggi. Persisnya, di jorong Bintungan X Koto.

Meski tak pernah memperoleh bantuan Pemkab. Eri tidak pernah patah arang dalam menjalani kehidupan sebagai pengrajin kulit. Di usia segini, rasanya saya susah untuk alih profesi karena tak punya modal. “Yahh, kita jalani saja apa adanya,” ujarnya pasti.

Baca Juga  Arianto Terpilih Jadi Ketua PDPM Tanah Datar dari Hasil Musda

Kendati demikian, saya juga masih tetap berharap. Maksudnya, moga-moga pemkab Tanah Datar dibawah duet kepemimpinan Eka Putra dan Richi Aprian, Bupati dan Wakil bisa terpanggil hatinya untuk peduli dengan usaha kecil di X Koto. “Saat ini, peralatan paling saya butuhkan yakni mesin seset kulit,” tandas Eri. (Asril Dt Pangulu Batuah).

Komentar

News Feed