oleh

Hebat, Sumbangan dan Zakat Perantau Rp 200 Juta ke Nagari Kapalo Koto

Padang Pariaman, Siberindo  – Partisipasi perantau Nagari Kapalo Koto Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat dalam membantu masyarakat di kampung halamannya pada masa wabah Covid-19 patut diapresiasi. Kenapa tidak, sekitar Rp 200 juta sumbangan dan zakat perantau selama wabah Covid-19 diberikan kepada masyarakat di Nagari Kapalo Koto.

Demikian dikatakan Walinagari Kapalo Koto Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Soni Putra kepada Siberindo.co, Selasa (28/7/2020) di ruang kerjanya. Dikatakan Soni, sumbangan dan zakat tersebut mulai digalang dan dilaksanakan selama Ramadhan hingga lebaran lalu.

“Awalnya, ada satu keluarga perantau Kapalo Koto yang memberikan 150 paket sembako kepada masyarakat Kapalo Koto yang terdampak Covid-19. Paket tersebut diserahkan kepada warga Kapalo Koto yang lebih diprioritas kepada mereka yang sangat merasakan dampak dari Covid-19 ini,” kata Soni.

Baca Juga  Pemko Pariaman Perbaharui MoU dan PKS BKK dengan Pemprov Sumbar

Dikatakan, pemberian bantuan tersebut ternyata menjadi perhatian perantau Kapalo Koto yang lain. Sehingga dilanjutkan penggalangan dana dari perantau yang tergabung dalam group wathsapp yang mencapai 250 orang. Sekitar 185 orang aktif dalam group tersebut mendorong untuk memberikan paket kepada semua kepala keluarga (KK) yang ada di Nagari Kapalo Koto. Sehingga terkumpul 360 paket sembako yang dibagikan kepada semua KK yang terdaftar di Kantor Nagari Kapalo Koto. Termasuk warga yang berada di komplek perumahan di Nagari Kapalo Koto. Kecuali yang KK-nya masih belum terdapat di Kantor Nagari Kapalo Koto.

Baca Juga  Masyarakat Nagari Sitanang Girang, Irigasi Batang Coran Mulai Dibangun

Bantuan kepada orang yang sedang sakit pun diberikan. Sebanyak 14 orang yang mengalami sakit menahun (berat), diberikan bantuan sebesar Rp 600.000 dan 17 orang mengalami sakit sedang diberikan bantuan sebesar Rp 500.000. Sampai hari ini, dari 31 orang yang dibantu tersebut, 5 orang diantaranya sudah meninggal dunia, kata Soni.

“Menjelang satu minggu lebaran 1441 H akhir Mei 2020 lalu, satu keluarga mengeluarkan zakat Rp 110 juta yang diberikan kepada warga Kapalo Koto. Sehingga sumbangan dan zakat perantau Nagari Kapalo Koto selama Covid-19 mencapai Rp 200 juta. Hal ini tentu sangat membantu perekonomian masyarakat di Nagari Kapalo Koto,” ujar Soni lagi.

Baca Juga  Terima Rp 750.000 Dari Muslimat NU Jatim, Begini Komentar Warga Terdampak Bencana di Maninjau

Soni juga menyebutkan, jumlah perantau asal Nagari Kapalo Koto diperkirakan mencapai 500 orang. Mereka bertebaran di berbagai kota di Indonesia, seperti Padang, Jambi, Pekanbaru, Medan, pulau Jawa dan daerah lainnya di Indonesia. Mayoritas mereka merantau ke pulau Jawa. Sehingga lebaran kemaren mereka tidak bisa pulang kampung terkait wabah Covid-19.

Padahal, kata Soni, lebaran lalu sudah direncanakan pulang basamo perantau Kapalo Koto. Karena wabah Covid-19 adanya larangan mudik lebaran, maka rencana itu batal. “Mudah-mudahan lebaran tahun depan kegiatan pulang basamo tersebut bisa terwujud,” tutur Soni mengakhiri. (at)

Komentar

News Feed