oleh

Kecelakaan Kerja pada Tambang Batubara PT Dasrat di Sawahlunto, Tim Inspektorat ESDM Pusat Turun

SAWAHLUNTO – Tiga orang pekerja tambang batubara di Talawi, Kota Sawahlunto, menjadi korban letupan api dalam lobang tambang. Tiga orang pekerja itu mendapat luka serius dan kini mendapat perawatan di RSU Dr M Ali Hanafiah Batusangkar.

Keterangan yang dihimpun kecelakaan letupan api itu terjadi Sabtu (25/7/2020) sekitar pukul 13.30 WIB. Kecelakaan ini terjadi lokasi IUP PT Dasrat Sarana Arang Sejati di Ngalau Cigak Parambahan, Talawi yang dikelola oleh CV SPN.

Tiga orang korban itu adalah pekerja CV SPN. Mereka adalah Eyi (30 th) warga Bukit Bual Kabupaten Sijunjung pekerja bagian pompa air. Selanjutnya, Sap (43 th) sebagai Kepala Lubang, warga Desa Kumbayau dan Nono (40 th) bagian Elektrikal, warga Karanganyar Desa Santur Sawahlunto.

Mereka dilarikan ke RSU Dr M Ali Hanafiah di Batusangkar. Pihak RSU membenarkan ada masuk pasien luka bakar dari Kota Sawahlunto. Menurut pihak RSU, pasien sedang di rawat secara intensif di ruang ICU karena kondisi luka bakar 80% dan ada yang dirawat di ruang bedah karena luka bakar 50 persen.

Baca Juga  1414 KK Bukittinggi Terima Bantuan Beras BPNT Non PKH

Kecelakaan dalam lobang tambang itu mendapatkan perhatian Dinas ESDM Sumbar. Tim Inspektorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan turun melakukan pemeriksaan.

“Tim akan turun ke lokasi untuk mengecek bagaimana kejadiannya. Termasuk apakah adanya unsur kelalaian dalam peristiwa ini,” ujar Kepala Dinas ESDM Sumbar, Hery Martinus.

Tim yang akan turun adalah dari Inspektorat Pusat. Saat ini tim tersebut sedang berada di Kabupaten Pesisir Selatan. “Jadi besok mungkin ke Sawahlunto. Sekarang kawan-kawan di lapangan di Painan,” jelasnya.

Baca Juga  APAKAH BIPANG MENURUT FADJROEL SAMA DENGAN YANG DIMAKSUD PRESIDEN JOKOWI?

Ini bukan kecelakaan kerja pertama di kawasan tambang batubara milik PT Dasrat tersebut. Sebelumnya, kecelakaan tambang milik perusahaan ini juga pernah terjadi pada 10 Januari 2014 lalu yang menewaskan lima orang pekerja. Kecelakaan terbesar terjadi 16 Juni 2009 lalu yang mengakibatkan 33 orang pekerjanya meninggal.(afr)

Komentar

News Feed