SUMBAR.SIBERINDO.CO – H. Mahyeldi Ansharullah, S.P. Gelar Datuak Marajo adalah seorang mubalig dan politikus senior dari Partai KeadilanSejahtera (PKS) yang menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat. Ia berpasangan dengan Vasco resmi menjabat sejakdilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada tanggal 25 Februari 2021.
Suatu saat Mahyeldi bertenpat di Auditoeium Istana GubernuranJalan Jenderal Sudirman dalam kesempatan itu memberikansambutan yang menyinggung kinerja ASN Provinsi Sumatera Barat.
Dalam sambutannya Mahyeldi menceritakan dilemma ASN dalam menjalankan tugas. Ia menyebutkan bahwa dilema kinerjaAparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Sumatera Barat terletak pada benturan antara tuntutan pelayanan publik yang berorientasi hasil nyata dan responsif krisis pascabencana, dengan kebiasaan kerja administratif yang masih kaku, sertatantangan integritas dan tekanan fiskal daerah akibatpenambahan pegawai seperti PPPK.
Terlontar dimulut Sang Gubernur bahwa ASN Sumatera Barat harus Kerja Ikhlas, Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Tuntas. ASN Sumatera Barat bekerja Jangan Lambat, Jangan Lambat-lambat, Jangan Memperlambat dan Jangan Menghambat.
Dari lontaran kata Sang Gubernur tersebut membuka cakrawaladan ingatan saya bagaimana ASN harus bekerja. Ini pula yang menginspirasi saya menulis bertajuk “Motto ASN ProvinsiSumatera Barat Ala Mahyeldi”
Menjadi ASN Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bukansekadar menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi merupakanamanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepadamasyarakat dan menghadirkan pemerintahan yang efektif, responsif, serta berintegritas. Karena itu, semangat kerja ASN Sumbar harus dibangun dengan prinsip sederhana namun kuat: Kerja Ikhlas, Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Tuntas.
Kerja Ikhlas berarti bekerja dengan niat pengabdian, bukansemata-mata mengejar kepentingan pribadi. Setiap tugas yang dilakukan harus dipandang sebagai amanah yang harusdipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat, pimpinan, organisasi, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kerja Keras berarti memiliki disiplin, daya juang, dan kesungguhan dalam menyelesaikan pekerjaan. Tidak mudahmenyerah menghadapi tantangan dan tidak memilih pekerjaanhanya karena mudah atau nyaman. ASN harus hadir ketikamasyarakat membutuhkan dan bergerak ketika organisasimemerlukan.
Kerja Cerdas berarti bekerja dengan inovasi, memanfaatkanteknologi, menggunakan data, membangun kolaborasi, dan mencari cara yang lebih efektif serta efisien. Di tengahperubahan yang cepat, ASN tidak cukup hanya bekerja keras, tetapi harus mampu bekerja dengan cara yang tepat.
Kerja Tuntas berarti setiap pekerjaan harus memiliki hasil yang jelas. Jangan berhenti pada proses, rapat, disposisi, atau sekadarlaporan. Ukuran keberhasilan adalah ketika pekerjaan selesai, memberikan manfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, budaya kerja ASN Sumbar juga harus tegas terhadapsikap yang menghambat pelayanan dan pembangunan:
Jangan Lambat. Jangan membiarkan pekerjaan tertunda hanyakarena kurang disiplin atau kurang responsif.
Jangan Lambat-Lambat. Jangan sengaja memperpanjang proses yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan cepat dan sederhana.
Jangan Memperlambat. Jangan menjadi bagian dari birokrasiyang membuat urusan masyarakat dan organisasi semakinpanjang.
Jangan Menghambat. Jangan menjadi penghalang bagi inovasi, pelayanan, pembangunan, maupun kinerja orang lain.
Inilah semangat yang perlu dibangun dalam birokrasi Sumatera Barat: bekerja dengan hati, bergerak dengan tenaga, berpikirdengan kecerdasan, dan menyelesaikan pekerjaan dengan penuhtanggung jawab.
ASN Sumbar harus menjadi aparatur yang cepat melayani, tepatbekerja, cerdas mengambil keputusan, dan tuntas menghasilkankinerja.
Kerja Ikhlas. Kerja Keras. Kerja Cerdas. Kerja Tuntas.JanganLambat. Jangan Lambat-Lambat. Jangan Memperlambat. JanganMenghambat. Inilah motto ASN Sumbar bekerja ala Mahyeldi.
ASN Sumbar: Melayani dengan Hati, Bekerja dengan Bukti, Mengabdi untuk Negeri.










