Padang, Siberindo
Wakil Wali Kota Padang Buya Maigus Nasir mengatakan, masyarakat Minang di rantau dan di ranah terbukti sangat mampu beradaptasi. Tidak ada gesekan orang Minang selama ini dalam kehidupan sehari-hari, baik di ranah maupun di perantauan.
“Masyarakat Minang sangat toleran terhadap pendatang. Begitu juga warga Kota Padang, tidak ada gesekan dengan pendatang sejak dulunya. Ini dibuktikan banyak daerah diberi dengan nama etnis pendatang, seperti Kampung Jao, Kampung Cino, Kampung Nias, Kampung Keling/India. Ini menandakan keharmonisan warga Kota Padang sejak dahulu,” kata Buya Maigus Nasir lagi.
Penjelasan Wawako Buya Maigus Nasir ini disampaikan ketika menerima Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kol (Sus) Dr. Harianto, M.Pd yang datang bersilaturahmi di kediaman Wawako Jalan A. Yani Padang, Kamis (11/9/2025) petang.
Karena itu, kata Buya Maigus Nasir, adanya label bahwa Kota Padang atau Provinsi Sumbar disebut sebagai salah satu kota intoleran, justru dalam faktanya tidaklah demikian. Kesejukan, keramahtamahan dan suka menerima tamu adalah salah satu ciri utama dari keseharian masyarakat Kota Padang dan Minangkabau pada umumnya.
Terkait kasus perusakan rumah doa di Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, beberapa waktu yang lalu, ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Maigus Nasir bahwa itu bukan pertikaian antar agama. Hanya kesalahpahaman antar warga dan sudah ditangani dan diselesaikan dengan baik oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran Forkopimda.
Wawako Buya Maigus Nasir juga mengapresiasi himbauan BNPT untuk membentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) mandiri di Kota Padang. Hal itu akan dikaji terlebih dahulu kedepannya tentang pembentukan kelembagaan FKPT Kota Padang dan peluang anggarannya.
Dalam silaturahmi yang berlangsung penuh keakraban dan diskusi hangat itu, Kol (Sus) Dr Harianto, M.Pd juga memuji kepemimpinan di Minangkabau yang merupakan perpaduan cendikiawan, adat dan agama. Tokoh cendiawan, tokoh adat dan tokoh agama menjadi panutan dan didengar oleh anak kemenakannya dan masyarakatnya.
Selain itu filosofi masyarakat Minangkabau yang berbunyi “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK) dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Filosofi ini masih sangat kental mengawal kehidupan sehari-hari dan nyaris tidak ditemui di daerah lainnya.
“Saya apresiasi sekali kepemimpinan di Minangkabau yang kental dengan agama dan adat. Ini tentunya akan jadi panutan, sehingga upaya-upaya pencegahan paham radikalisme dan intoleransi akan efektif kedepannya, terutama pada kalangan muda yang mudah terpengaruh oleh budaya lain,” kata Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Kol (Sus) Dr. Harianto, M.Pd.
Dalam pertemuan silaturahmi dengan Wawako Maigus Nasir ini, hadir Kaban Kesbangpol Padang Tarmizi, Kasub Kordinator Partisipasi Masyarakat Subdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Maira Himadhani dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumbar Adil Mubarak, S.IP.,M.Si.
Pengurus FKPT Sumbar yang hadir bersilaturahmi dengan Wawako adalah Sekretaris FKPT Fajar Noor Rahmadhian, S.IP., Kabid Agama, Sosial Ekonomi dan Budaya Dr. Rahmat Tk Sulaiman, S.Sos., Kabid Media Massa, Hukum dan Humas Gusfen Khairul, dan Satgas Keuangan FKPT Sumbar Marta Suhendra. (PB)










