Siberindo.co – Bupati Solok Jon Firman Pandu menyatakan Pemerintahan Kabupaten Solok siap berkolaborasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersama-sama membangun Kabupaten Solok. Bagaimana NU bisa hadir di tengah masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
Hal itu diungkapkan Bupati Solok Jon Firman Pandu di hadapan peserta Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Pengurus Cabang NU Kabupaten Solok Angkatan Kedua, Minggu (20/7/2025) malam di aula Dinas Perpustakan Kabupaten Solok, Koto Baru Solok. Hadir Ketua Pengurus Wilayah NU Sumbar Prof. Ganefri, Ketua PCNU Kabupaten Solok Dr. Afrizen, Sekretaris PWNU Sumbar Tan Gusli, dan insruktur PD-PKPNU dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Armaidi Tanjung, Fahmi Reza dan Jamaluddin Efendi.
Menurut Jon Firman Pandu, membangun Kabupaten Solok yang kita cintai ini perlu kebersamaan. Banyak yang bisa diwujudkan dengan kader-kader muda NU yang mengikuti pendidikan kader ini. “Hal besar, hal yang baik, mari kita kerjakan bersama-sama. Pilkada selesai, mari kita bersatu membangun Solok ke depan. Bupati tidak akan bisa sendirian membangun Kabupaten Solok. Harus ada dukungn dari masyarakat Kabupaten Solok, termasuk NU,” kata bupati yang akrab disapa Jon Pandu ini.
Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas terlaksananya PD-PKPNU ini. Tentu melalui pendidikan kader ini bagi peserta akan memberikan yang terbaik untuk organisasi. Pendidikan kader tentu penting dalam organisasi. Peserta yang sudah melalui PD-PKPNU bisa bermanfaat untuk Kabupaten Solok dalam membangun masyarakat. “Melalui PD-PKPNU Solok lahir kader siap berkontribusi membangun Solok dan organisa NU tentunya,” kata Jon Pandu.
Dikatakan Jon, walaupun efesiensi terjadi dalam berbagai bidang, adanya keterbatasan keuangan, namun bagaimana kita tetap bisa berbuat. Bagaimana potensi-potensi yang ada bisa digerakkan, NU harus hadir, harus ikut, misalnya dalam ketahanan pangan. Mari bekerja dengan semangat, kebersamaan dan berkolaborasi di tengah keterbatasan yang ada tersebut.
Jon Pandu mengakui, kesabaran yang dilakukan selama ini, akhirnya memang membuahkan hasil yang terkadang tidak masuk akal. Artinya banyak hal besar yang bisa kita wujudkan dengan kesabaran dan kesungguhan dalam berbuat.
Ketua PWNU Sumatera Barat Ganefri dalam kesempatan itu menyampaikaan, pelaksanaan PD-PKPNU merupakan pendidikan kader dasar di lingkungan NU. Pesertanya diharapkan menjadi kader penggerak di masyarakat dalam menjaga dan merawat nilai-nilai Islam Ahlussunnah waljamaah an-nahdliyah. Sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, ini pertama pelaksanaan PD-PKPNU para instrukturnya yang ditugaskan oleh PBNU semuanya berasal dari Sumatera Barat. Hal ini merupakan kepercayaan PBNU untuk melaksanakan pendidikan kader dasar lebih massif lagi. Sehingga kehadiran NU di Sumatera Barat bisa lebih dirasakan masyarakat dalam menjaga dan merawat nilai-nilai Islam Ahlussunnah waljamaah,” kata Ganefri, Rektor Universitas Negeri Padang dua periode ini.
Ketua PCNU Afrizen menambahkan, PD-PKPNU dilaksanakan selama tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu (18-20/7/2-25) dengan peserta 34 orang yang dinyatakan lulus. PD-PKPNU Angkatan Kedua ini diikuti peserta dari pengurus PCNU, MWCNU dan kader NU lainnya di Kabupaten Solok. (R)










