PARIAMAN, Siberindo.co – Seringnya terjadi kecelakan di jalur kereta api Padang – Pariaman sangat dibutuhkan kesadaran dan pemahaman masyarakat yang melintas di sepanjang rel kereta api tersebut. Kecelakaan di jalur rel kereta api sering terjadi karena pemakai jalan kurang memperhatikan rambu-rambu yang ada dan tidak melihat kiri kanan saat melintas di rel kereta api.
Demikian diungkapkan Kepala Bagian Humas PT Kerata Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumatera Barat Ujang Rusen Permana, Selasa (29/12/2020) di Pariaman kepada wartawan. Menurut Rusen, selama tahun 2020 sudah terjadi 21 kecelakaan di sepanjang jalur kereta api Padang – Pariaman. Angka tersebut menurun disbanding tahun sebelumnya yang berjumlah 24 kecelakaan.
“Selain itu, jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan tersebut tahun 2020 sebanyak 5 orang. Angka ini berarti menurun dibanding tahun 2019 yang berjumlah 8 orang yang meninggal dunia,” tutur Rusen.
Dikatakan Rusen, saat akan melintasi rel kereta api pastikan melihat kiri kanan. Jangan sampai main terobos saja saat melintas jalur rel kereta api. Sesuai dengan undang-undang, masyarakat pengguna jalan raya harus mendahulukan kereta api yang melintasi di jalurnya.
Terkait dengan wabah pandami Covid-19, Rusen mengakui terjadinya penurunan penumpang jalur Padang – Pariaman. Setidaknya, apalagi di awal-awal wabah Covid-19, operasi kereta api terhenti. Kereta Sibinuang mulai beroperasi sejak Agustus 2020. Itupun maksimal boleh diisi 70 persen. Kondisi Covid-19 memang sangat dirasakan PT KAI Divisi Regional II ini. “Dalam kondisi normal tersedia 2.146 seat. Sedangkan pada Natal 2020 dan tahun baru 2021 ini ditambah menjadi 2.316 seat. (at)











Komentar