Koto Kaciak, siberindo.co — Puluhan hektar lahan sawah milik masyarakat di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam diserang hama tikus.
Akibatnya para petani di wilayah tersebut mengalami kerugian besar lantaran terancam gagal panen.
Walinagari Koto Kaciak, Syawaldi membenarkan adanya puluhan hektar tanaman padi yang diserang hama tikus. Ia menyebut, serangan hama tikus terjadi semenjak 1 bulan lalu, dan terus meluas.
“Iya, ada 50 hektar lahan pertanian yang diserang hama tikus sejak 1 bulan lalu. Serangan hama ini terjadi di 3 jorong yaitu Koto Kaciak, Pasar Raba’a, dan Balai Belo,” kata Syawaldi saat dikonfirmasi KABA12.com, Jum’at (20/5).
Ia mengatakan, tanaman padi milik masyarakat yang diserang hama tikus mayoritas berusia sekitar 2 bulan hingga siap panen.
Guna membasmi hama tikus tersebut, pihaknya bersama masyarakat setempat akan menggelar goro”Buru Mancik” (berburu tikus-red) di lahan sawah pada Minggu (22/5) besok.
Pihaknya berharap, seluruh elemen turut mendukung dan ikut serta dalam mengendalikan hama tikus.
Menurutnya, kekompakan seluruh pihak sangat diperlukan dalam upaya membasmi hama tikus di sawah. Hal ini bertujuan agar para petani tidak lagi mengalami kerugian besar akibat gagal panen.
“Pemerintah nagari bersama masyarakat akan melakukan goro ‘buru mancik’ hingga ke sarangnya agar serangan hama ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.
(Bryan/KABA12.com)










