oleh

Pemko Bukittinggi Segera Tuntaskan Proyek Drainase Primer

Bukittinggi, siberindo.co — Pemerintah Kota Bukittinggi menegaskan segera menuntaskan proyek drainase primer yang hingga kini menyisakan persoalan tersebut. Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Martias Wanto mengatakan, penyelesaian pekerjaan drainase yang membentang di tengah kota itu, akan diawali dengan proses lelang dalam waktu dekat. “Setelah kita putuskan kontrak dengan pelaksana proyek sebelumnya, sisa pekerjaan sebanyak 45 persen ini akan dilanjutkan sesuai dengan ketentuan penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang menjadi syarat pergeseran anggaran dan telah melalui kajian serta peninjauan penelitian oleh Inspektorat,” ujar Martias Wanto di Bukittinggi.
Baca Juga  Tindak Lanjut Operasi ODOL, Karoseri Truk Over Dipotong
Sekda melanjutkan, pekerjaan proyek drainase primer telah memasuki persyaratan yang diajukan dalam pergeseran anggaran dan didukung oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Dalam minggu ini InsyaAllah selesai dan dianggarkan kembali, diperkirakan akhir Februari sudah bisa dilakukan tender fisik untuk kelanjutan drainase,” ungkapnya. Martias Wanto memperkirakan, proses tender bisa diselesaikan dalam waktu satu bulan hingga pengerjaan proyek dalam volume besar bisa dilakukan saat bulan puasa.
Baca Juga  Forum Anak Kelurahan Bersama Ashpen Santuni Anak Yatim
“Tujuannya nanti agar warga dan perantau yang pulang menjelang lebaran tidak terganggu dan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar,” ujarnya. Wako Erman Safar menurutnya sudah memberikan perintah tegas agar semua proses mulai dari rancangan pergeseran anggaran, proses tender dan pengerjaan proyek dengan nilai Rp 5 milyar itu segera dituntaskan. “Untuk tidak menimbulkan ketidaknyamanan dari warga di sekitar lokasi proyek, pekerjaan akan dilakukan per tahap, bisa dimulai 50 meter atau 100 meter hingga selesai,” jelasnya.
Baca Juga  Jaga Kebugaran, Dinas PMD Sumbar Wajibkan Senam Sehat Tiap Rabu Pagi
Proyek drainase Kota Bukittinggi sebelumnya dikerjakan oleh salah satu pihak dan dihentikan pada Desember 2021 karena bermasalah, proyek senilai Rp 12,9 milyar sepanjang 1.080 meter itu kemudian menjadi terbengkalai. Diketahui beberapa warga dan pengendara jalan di tengah proyek drainase di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Pemuda itu menjadi korban terperosok ke bekas lubang galian dan jalanan yang bergelombang di sekitarnya. (Ophik/KABA12.com)

News Feed