Koto Gadang, siberindo.co — Sebuah jembatan di Jorong Baruah, Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mengalami amblas akibat diterjang air bah dari aliran sungai Batang Umpang yang berada di bawah jembatan.
Kondisi itu membuat akses jalan masyarakat jadi terganggu pasca amblasnya jembatan tersebut.
Pantauan KABA12.com, Kamis (3/2) dilokasi, posisi lubang amblas itu berada ditengah jembatan dengan ukuran sekitar 30 centimeter. Selain itu, lubang juga terdapat di sisi sebelah kiri jembatan berukuran 40 centimeter.
Walinagari Koto Gadang VI Koto, Amrizal mengatakan, kerusakan jembatan itu sudah terjadi sejak seminggu lalu akibat faktor. Selain dipicu oleh hantaman air bah, jembatan tersebut rusak disebabkan karena faktor usia yang sudah tua.
“Iya, jembatan itu sudah seminggu amblas akibat faktor alam dan usia, apalagi konstruksinya dibangun sejak zaman penjajahan Belanda,” kata Amrizal kepada KABA12.com, Kamis.
Meski posisi lubang amblas berada di tengah jembatan, jalan yang berstatus wewenang kabupaten itu masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dan roda empat. Namun pihaknya menegaskan kendaraan berat seperti truk dan sejenisnya dilarang di jalan tersebut karena akan berpotensi ambruk.
“Jadi untuk sepeda motor, mobil atau kendaraan ringan masih bisa lewat. Tapi harus ekstra hati-hati,” ujarnya.
Pihaknya bersama warga sudah memberi tanda dengan meja pada jembatan yang amblas itu.
Ia juga mengakui, kerusakan jembatan itu sudah dilaporkan kepada Pemkab Agam melalui dinas terkait agar segera ditindaklanjuti. Namun pemerintah kabupaten sendiri belum bisa mengerjakan perbaikan secepatnya karena keterbatasan anggaran.
“Kita sudah lapor ke Pemkab Agam agar segera dilakukan perbaikan. Rencananya dinas terkait juga akan survei ke lokasi untuk mengambil langkah-langkah dan tindakan penanganan,” jelasnya.
Warga sekitar juga sangat berharap pada pemerintah supaya jembatan dan jalan rusak di Nagari Koto Gadang VI Koto secepatnya diperbaiki.
“Harapannya jalan dan jembatan yang rusak harus segera diperbaiki agar tidak memakan korban. Apalagi jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, sehingga harus didukung dengan infrastruktur yang memadai,” kata Ardi warga setempat.
(Bryan/kaba12.com)
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di