Kamang Mudiak, siberindo.co — Bupati Agam Dr.Andri Warman ikuti panen padi organic yang dikembangkan kelompok tani Sawah Bangsa, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Senin,(10/1).
Dalam moment itu, Bupati Agam Andri Warman ikut “ mairiak “ padi yang sudah dipanen secara manual, sebagai symbol panen massal padi organic yang sudah dikembangkan sejak tahun 2014 di areal seluas 4,1 hektar tersebut.
Kegiatan yang dihadiri para anggota Keltan. Sawah Bangsa dihadiri kepala BMKG Sumbar, Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumbar, Kadinas Pertanian Agam Ir.Arief Restu,Msc, Kepala DPKP Agam Yosva Deswira dan para pejabat Pemkab.Agam lainnya itu, sebagai wujud untuk mempertahankan program swasembada beras di kabupaten Agam sekaligus mendorong optimalnya potensi “bareh Kamang” yang terkenal itu.
Dalam sambutan usai panen perdana secara simbolis di areal persawahan Keltan.Sawah Bangsa di Nagari Kamang Mudiak, kecamatan Kamang Magek itu, bupati Agam Andriwarman menyebut, pengembangan padi organic yang dilakukan Keltan Sawah Bangsa, patut dicontoh dan dikembangkan kelompok tani lain di seluruh wilayah kabupaten Agam.
Pasalnya, program pengembangan produk pertanian organic sangat diandalkan saat ini, selain untuk mengurangi dampak zat kimia, juga bisa menekan potensi biaya yang dikeluarkan petani, terutama pupuk yang makin mahal bahkan sulit diperoleh saat ini.
“ Kami memberi apresiasi atas sukses yang diraih Keltan Sawah Bangsa, dan diharapkan bisa dikembangkan para petani lain di seluruh kabupaten Agam, “ sebutnya.
Sementara menurut Heron Tarigan, kepala BMKG Sumbar, menyebutkan, program padi organic yang didukung bersama BMKG dan Bank Indonesia sejak tahun 2014 lalu, memperlihatkan perkembangan yang mengesankan, bahkan produksi pertanian yang dihasilkan cukup tinggi sehingga diapresiasi oleh pemerintah pusat, bahkan sudah diadopsi oleh berbagai propinsi di Indonesia.
Heron Tarigan berharap, para anggota Keltan Sawah Bangsa, jika bisa berbagai ilmu dan pengalaman dengan berbagai kelompok tani lain, tidak hanya di Sumatera Barat, tapi juga dari berbagai propinsi di Indonesia yang sejak lama, mengapresiasi sukses yang diraih.
Pengembangan produksi padi organic yang digarap Keltan Sawah Bangsa, diareal seluas 4,1 hektar itu, dilakukan sejak tahun 2014 yang digarap oleh 10 orang anggota kelompok tani yang diketuai Yenriza.
Saat ini sudah sukses mengembangkan program padi organic termasuk sudah bisa memproduksi pupuk organic secara mandiri, bahkan bisa melakukan upaya pengendalian hama dengan menanam bunga untuk mengundang predator pemangsa hama padi.
Dalam moment panen massal itu, Yenriza juga menerima sertifikat pertanian organic dari Lembaga Sertifikat Organik (LSO) Sumbar yang diserahkan Bupati Agam Andri Warman.
HARMEN/Kaba12.com
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di