Bukittinggi, siberindo.co — Koordinator Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Bukittinggi gelar loka karya khusus pengelolaan pengetahun program kotaku.
Kegiatan yang fokus pada pelatihan penulisan tersebut, dilaksanakan secara daring sleama dua hari, Selasa dan Rabu (28-29/12).
Koordinator Kotaku Bukittinggi, F. Ar Razy, menjelaskan, lokakarya ini dilaksanakan untuk membahas dan mendokumentasikan pembelajaran lesson learn dan sharing pengalaman lapangan (potensi, masalah, inovasi) yang akan dikelola sebagai produk pengetahuan baru. Sehingga semua praktek baik yang telah terjadi selama proses pelaksanaan program Kotaku sejak tahun 2016 sampai dengan 2021 didokumentasikan dengan baik.
“Kegiatan yang dilakukan di kelurahan oleh pendamping tentu sangat banyak. Namun, itu semua belum terdokumentasi serta terpublikasi dengan baik. Sehingga kami melakukan loka karya khusus pengelolaan pengetahun program KOTAKU, agar para pendamping dan relawan lainnya, paham dengan kegiatan Kotaku serta dapat ditulis dengan baik. Salah satu goalnya nanti, kita rencanakan akan jadikan tulisan dari tim, pendamping dan relawan itu, menjadi sebuah buku,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bapelitbang Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Kotaku Bukittinggi. Dimana, kerjasama yang dibangun selama ini dengan pemerintah kota, sangat banyk untuk membantu peningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sinergi Pemko Bukittinggi dengan Kotaku selama ini, sudah sangat baik. Sehingga banyak yang telah diperbuat untuk kepentingan masyarakat. Namun, semua tidak terpublish dengan baik. Ini yang akan diupayakan kedepan, bagaimana setiap kegiatan dapat ditulis dengan baik dan rencana menghasilkan buku kegiatan itu, dapat terlaksana,” ungkap Rismal.
Pada hari pertama, Selasa (28/12), peserta yang hadir secara daring melalui zoom meeting tersebut, disuguhkan materi terkait Pokja PKP oleh Rimal Hadi dan pengetahun terkait dasar menulis oleh M. Taufik Hidayat.
Sementara itu, pada hari kedua, Rabu (29/12), diberikan materi tentang kolaborasi CSR dengan PT. SMF oleh Kabid Perkim, Rahmi Hidayanti dan pengalaman BKM terkait program KOTAKU oleh Suryadi dan lanjutan materi penulisan oleh M. Taufik Hidayat.
(Ophik/KABA12.com)











Komentar