Lubukbasung, siberindo.com — Dampak Banjir besar dan luapan sungai Batang Lolo di wilayah Sungai Jariang, Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung, tidak hanya mengancam areal tempat pemakaman umum (TPU) Pemkab.Agam di Kampuang Baru, Sungai Jariang, tapi juga ruas jalan kabupaten dan pemukiman penduduk yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut.
Dampak berubah arahnya aliran sungai akibat penumpukan material pasir, lumpur, bebatuan dan kayu yang dihanyutkan Banjir beberapa beberapa waktu lalu, mengikis bagian tepi tebing, yang berisi pemukiman penduduk, kompleks TPU, kebun warga dan ruas jalan utama di kawasan itu.
Dikuatirkan, jika tidak dilakukan penanganan dalam waktu dekat, ancaman Banjir yang berpotensi meruntuhkan kawasan pebukitan diatas sungai akan terjadi, mengingat saat ini, dampak curah hujan tinggi setiap hari, memicu luapan Batang Lolo yang semakin mengerus tebing-tebing yang dilewati aliran sungai.
Kondisi itu dibenarkan Meirizal, pj.walinagari persiapan Sungai Jariang Lubukbasung yang mengaku kuatir akan ancaman longsor di sepanjang aliran sungai di wilayah Kampung Baru yang saat ini sudah semakin banyak dihuni warga.
Disebutkan, selain mengancam kawasan kompleks TPU Pemkab.Agam, bahkan saat ini, tinggal 2 meter areal lahan dari tepian sungai yang bagian dasarnya sudah runtuh digerus terjangan banjir, juga banyak areal perkebunan warga, ruas jalan dan pemukiman penduduk yang tak jauh dari lokasi ancaman longsor tersebut.
“ Kami berharap, Pemkab.Agam segera turun tangan, karena hal itu sangat menguatirkan, karena potensi terjangan Banjir Batang Lolo sudah semakin tinggi, “ sebutnya.
Meirizal mengamini pemberitaan kaba12.com Senin,(30/8) tentang kekuatiran warga terkait dengan ancaman longsor akibat melebarnya aliran sungai Batang Lolo, khususnya di kawasan Kampuang Baru tersebut, yang dikuatirkan akan runtuh jika tidak dilakukan segera normalisasi sungai atau pendaman tebing yang sebagian sudah runtuh.
“ Harus segera diantisipasi, karena potensi Banjir dan gerusan air dari sungai besar itu sudah semakin menguatirkan, “ sebut Meirizal lagi.
HARMEN/kaba12.com
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar