Soni, Paman dari Indah Sukmawati, menjelaskan, Indah Sukmawati, merupakan “tulang punggung” bagi keluarganya. Almarhum menekuni pekerjaannya sebagai Disc Jokey (DJ) lebih kurang delapan tahun.
“Indah bekerja sebagai DJ sudah dari tahun 2014 sekitar 8 tahun. Indah merupakan tulang punggung keluarga dan meninggalkan satu orang putra yang berusia 6 tahun dan tinggal di Bukittinggi,” ungkapnya.
Permintaan untuk dikuburkan di sebelah makam sang ayah, merupakan permintaan terakhir dari sang DJ. Permintaan itu disampaikan melalui pesan singkat kepada adiknya, saat kejadian pembakaran diskotik, pada malam naas itu.
“Indah meminta dikuburkan di samping kuburan ayahnya. Dan ia juga meminta keluarga dapat menjaga anaknya hingga sukses nanti. Itu pesan terakhirnya. Kami tentunya sangat berduka atas kepergian keponakan kami Indah Sukmawati. Kami meminta maaf kepada seluruh pihak atas kesalahan kesalahan almarhumah selama hidupnya,” ujar Soni.
Jenazah Almarhumah Indah Sukmawati, dikebumikan di pandam pakuburan Suku Tanjuang, Bukik Palapah, Jorong Arokandikia, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Senin (31/01). Jenazah tersebut dipastikan merupakan Almarhum Indah Sukmawati, setelah identifikasi oleh pihak kepolisian, dengan adanya ciri ciri, gigi, bekas jahitan operasi cesar di perut dan pen di kaki kiri. Dari 17 korban tersebut, hanya jenazah almarhumah yang memiliki pen di kaki kirinya.
(Ophik/KABA12.com)










