oleh

Bangunan RSUD Bukittinggi Bermasalah, Warga Komplain

Bangunan RSUD Bukittinggi Bermasalah, Warga Komplain

SUMBAR, Siberindo- Bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bukittinggi bermasalah. Kendatipun RSUD telah diresmikan, namun tidak bisa beroperasional. Warga komplain dan mengaku tanahnya dicaplok.

Pimpinan DPRD dan ketua komisi I bidang pemerintahan , Nur Hasra , Sabirin Ahmad dan anggotanya Edison , Arnis meninjau lokasi RSUD yang sudah diresmikan namun belum dapat dioperasionalkan.

Baca Juga  Komunitas Basiba Sumbar Berbagi Pabukoan Untuk Keluarga Pasien RSAM

Memenuhi panggilan hatinya anggota dewan langsung ke lokasi menyaksikan tapal batas tanah yang terpakai pembangunan RSUD .

Kuasa hukum Khairul Abbas ,SH , sangat mendukung pembangunan RSUD , namun Pemko perlu dudukan persoalan lahan yang terpakai dari tiga suku , Guci , Tanjung , Suku Pisang .

Sampai sekarang belum ada kejelasan tentang tanah masyarakat ini.

Tanah masyarakat seluas 14.000 meter , 7.000 meter dari suku Tanjung dan suku Pisang terpakai pembangunan fisik RSUD ,sedangkan 7.000 meter tidak dapat dikuasai oleh kaum suku Guci , karena tanah tersebut sudah di sertifikatkan Pemerintah Kota Bukittinggi, jelas Khairul Jum’at 29/1 .

Baca Juga  Sulaman Pesona Minang Bukittinggi, Lewati Pandemi Covid-19 dengan Optimisme

Isra Yonza Kabag Hukum , Pertanahan tidak memberikan komentar dilapangan. Nur Hasra akan melakukan hearing dengan Pemko ulas nya .( YET )

Komentar

News Feed