Lubukbasung, siberindo.co — Awas, maut mengintai di jalur jalan kabupaten di kawasan Lubuak Puta, Banda Baru, Nagari Lubukbasung. Di ruas jalan utama yang banyak digunakan warga itu, di beberapa titik terdapat lobang menganga yang siap menanti korban.
Pantauan kaba12.com, lobang menganga dengan ukuran sekitar lebar 50 cm dengan panjang 1,5 meter itu, membelintang di tengah jalan, diduga bekas digali oleh pihak tertentu, karena terlihat ada garis putih penanda.
Lobang memanjang dengan kedalaman sekitar 10-20 cm itu, diinformasikan warga setempat, sudah cukup banyak memakan korban, apalagi jika malam hari dan hujan, karena lobang menganga itu tidak terlihat.
Yang memprihatinkan, di jalur jalan yang dikenal padat bahkan banyak dilalui kendaraan, karena menjadi jalur bus dan alternative bagi kendaraan menuju pusat kota di Padang Baru, Lubukbasung itu, tidak terlihat ada rambu-rambu peringatan, “ kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan sejak digali oleh petugas, kemudian dibiarkan begitu saja, “ ungkap Mawardi, seorang pengguna jalan asal Maninjau yang sepeda motornya terperosok masuk lobang itu.
Kondisi serupa di ruas jalan yang sama, juga terlihat di beberapa titik, terutama di kawasan Simpang Kabun, di tikungan jembatan Simpang Kabun, yang harus ditanami pohon oleh warga setempat, karena bagian kiri-kanan jembatan sudah berlobang dan sangat berbahaya.
HARMEN/kaba12.com
Serang – Menteri Sosial RI Drs. H. Saifullah Yusuf bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, serta Ketua Umum
Siberindo.co – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sumatera Barat Prof. Ganefri, Ph.D terpilih sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI)
Siberindo.co – Peristiwa tahun 1990 sampai 1995 adalah fase perangsangan dalam gerakan mahasiswa di Indonesia. Artinya, secara teoretis gerakan sosial, dalam periode
Siberindo.co – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kota Padang perlu terus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja)
Komentar