Malalak, siberindo.co — Dampak hujan lebat berkepanjangan sejak dua hari terakhir, memicu serangkaian musibah di kabupaten Agam.
Seperti diprediksi sebelumnya, salah satu jalur jalan yang menjadi sasarana dampak hujan lebat adalah jalur jalan Sicincin-Malalak-Balingka (SIMAKA) yang Rabu,(29/9) malam kembali ditutup, karena tumpahan tanah longsor di kawasan Bukik Baapik.
Walau volume longsor tidak begitu besar, namun akses jalan tidak bisa dilewati, namun terlihat para pengendara memaksakan diri untuk melewati jalur jalan yang ditimbun longsor, sehingga petugas yang bersiaga sejak Kamis,(30/9) pagi, harus bekerja ekstra mengamankan para pengguna jalan yang nekad melewati kawasan itu.
Informasi yang diperoleh kaba12.com dari Ricky Eka Putra, Camat Malalak dan Jerman Jendra, staf kantor camat Malalak, longsor yang terjadi di Bukik Baapik, Malalak merupakan titik yang selama ini rentan didera longsor, karena kondisi tanah yang masih labil sejak jalur jalan itu dibangun.
Dibuktikan, kawasan itu dikenal sebagai titik yang kerap dilanda longsor bahkan kerap terputus karena volume longsor yang cukup besar, “ saat ini, jalur jalan sudah dinyatakan ditutup, petugas sudah memasang portal jalan dari arah Sicincin maupun dari arah Balinka, “ sebut Jerman Jendra.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar