PARIAMAN, Siberindo.co — Bergantinya nama perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariaman Provinsi Sumatera Barat menjadi Universitas Sumatera Barat (UNISBAR), Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Sumatera Barat (UNISBAR) Kota Pariaman menggelar acara seminar dan pelantikan pengurus baru periode 2021-2022, bertempat di aula Kampus IAI Sumbar Pariaman, Rabu (30/6) siang.
Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin yang membuka seminar mengatakan, PMII adalah bagian saya, saya ucapkan selamat kepada Pengurus Komisariat PMII yang baru saja dilantik hari ini.
PMII didirikan pada tanggal 17 April 1960. Saya yakin para pendiri PMII terdahulu menginginkan bagaimana adanya pergerakan mahasiswa seperti ini dalam membentuk pribadi yang islami dan bertakwa kepada Allah.
“Jangan nanti malah pengurus PMII yang menjadi tungkek pambao rabah terlibat ke dalam kasus Narkoba dan kriminal lainnya. Seharusnya PMII sebagai motivator bagi masyarakat untuk mengajak kepada kegiatan positif ,” ujar Mardison.
“PMII harus berbudi luhur, suka menegur dan santun terhadap orangtua serta baik kepada siapapun ,” tegasnya.
Mardison juga sampaikan, jika kita berbudi luhur sejak usia muda yakinlah kita akan sukses karir di masa depan dan dapat meraih cita-cita.
PMII harus berilmu, karena hanya tiga amalan yang akan menolong kita di alam kubur, salah satunya ialah ilmu yang bermanfaat.
“Kita apresiasi keberadaan UNISBAR Pariaman ini sebagai aset bagi perkembangan dunia pendidikan di Kota Pariaman,” tutup Mardison.
Tampil sebagai narasumber pada seminar bertemakan Aktualisasi Paradigma PMII, Kritis, Transformatif, Inovatif Melalui Minat Baca, Armaidi Tanjung (penulis dan wartawan) dan Mardyan Novita (Duta Baca Sumbar dengan moderator Hari Yanto. Hadir Ketua IAI Sumbar Noviyanti, Ketua PC PMII Kota Pariaman Rito Andika, Ketua PK PMII Unisbar Ninil Khaira Wahyuni. (Erwin)











Komentar