oleh

Pemnag Duo Koto Gelar Musna Penyusunan RKP 2022

Duo Koto, siberindo — Pemerintah Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menggelar musyawarah nagari (Musna) dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah (RKP) tahun anggaran 2022, Rabu (30/6).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di gedung Perpustakaan Rumah Pintar Tunas Muda Nagari Duo. Turut hadir dalam kesempatan itu Camat Tanjung Raya Handria Asmi, Walinagari Joni Safri, Ketua Bamus H Jendrial KH Basa, Ketua KAN Angku Dt Rangkayo Sudah, Koordinator BPP Tanjung Raya Tawari Hayati, Kepala Puskesmas Pasar Ahad Azra Nofrizal, tokoh masyarakat, bundo kanduang, dan peserta Musna lainnya.

Ketua Bamus Nagari Duo Koto, H Jendrial KH Basa mengatakan, musyawarah ini dilaksanakan untuk menampung dan menyalurkan aspirasi atau usulan dari masyarakat, sekaligus menentukan pembangunan prioritas pada tahun 2022. Selain itu melalui Musna RKP ini juga menjadi acuan dalam menentukan pembangunan fisik maupun non fisik di Nagari Duo Koto.

“Tujuan musyawarah ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja pemerintah nagari di tahun 2021, kemudian menganalisis program prioritas untuk tahun 2022 nanti,” kata Jendrial.

Baca Juga  Hari Pertama Perda AKB di Payakumbuh, 25 Orang Melanggar

Ia menambahkan, pihaknya bersama pemerintah nagari sebelumnya telah melakukan beberapa tahapan untuk melengkapi syarat pelaksanaan Musna RKP. Diantaranya musyawarah tingkat jorong, musyawarah sistem Sustainable Development Goals (SDGs), musyawarah rembuk stunting, dan syarat lainnya.

“Mudah-mudahan semua hasil dari musyawarah RKP ini masuk ke dalam rencana pembangunan nagari untuk tahun 2022, sehingga semua program prioritas bisa didaftarkan ke tingkat kabupaten maupun provinsi,” ungkapnya.

Walinagari Duo Koto Joni Safri menyebutkan, musyawarah ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah nagari untuk tahun 2022. Ia menyebut, saat ini Nagari Duo Koto sudah masuk ke dalam kategori desa/nagari mandiri dengan indeks desa membangun (IDM) 0,8.

“Sekarang Nagari Duo Koto menjadi satu-satunya nagari di Kecamatan Tanjung Raya yang masuk ke dalam kategori desa/nagari mandiri. Sehingga dengan kategori ini maka Nagari Duo Koto akan lebih mudah untuk mendapat bantuan tambahan dana desa dari pemerintah,” katanya.

Baca Juga  Komunitas Konservasi Penyu dan Angkasa Pura Tanam 3.000 Bibit Mangrove di Pasir Jambak

Menurutnya, dalam pelaksanaan musyawarah harus menentukan usulan -usulan pembangunan prioritas di tahun depan, baik fisik maupun non fisik.

Setelah penentuan itu, lanjut Joni, usulan prioritas tersebut akan dimasukkan ke dalam Musrenbang untuk direalisasikan.

Ia mengakui, saat ini ada sejumlah kegiatan fisik yang dilaksanakan di Nagari Duo Koto dari hasil Musna RKP pada tahun 2020 lalu. Diantaranya pembangunan jalan usaha tani, pembangunan kantor Wali Jorong Tanjuang Batuang, pembangunan gedung serbaguna, pengecoran jembatan, dan pembangunan sarana air bersih.

“Alhamdulillah, semua kegiatan fisik tersebut terlaksana atas aspirasi atau usulan masyarakat pada tahun 2020,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Tanjung Raya Handria Asmi meminta kepada pihak nagari untuk memasukkan semua bidang kedalam prioritas RKP tahun 2022. Ia menyebut, semua usulan itu tidak harus dengan pembangunan fisik saja, tetapi diiringi dengan bidang lain salah satunya pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap semua bidang yang ada harus dimasukkan kedalam RKP 2022 agar bisa seimbang. Baik itu dari bidang penyelenggaraan pemerintahan, pemberdayaan, pembinaan, pembangunan, dan penanggulangan kebencanaan,” jelasnya.

Baca Juga  Masuk Zona Merah, Agam Siapkan Berbagai Antisipasi

Ia juga berharap, semua program prioritas yang diusulkan itu bisa seiring dengan program pemerintah kabupaten maupun provinsi. Disamping itu, pihaknya juga meminta Nagari Duo Koto untuk memaksimalkan semua potensi yang ada, salah satunya adalah Badan Usaha Milik Nagari atau BUMNag.

“Semua itu harus dimaksimalkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin demi kemajuan nagari dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Camat menyebut, melalui musyawarah ini diharapkan dapat merumuskan perencanaan kegiatan pembangunan fisik maupun non fisik yang lebih matang untuk 2022. Sehingga hal ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memajukan nagari ke arah yang lebih baik lagi.

“Dukungan dan evaluasi dari tokoh masyarakat juga sangat diperlukan dalam menjaga dan mengawal progam pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Nagari Duo Koto yang berkelanjutan,” ujarnya.

(Bryan/KABA12.com)

Komentar

News Feed