Baso, siberindo.co — Lagi, kebakaran lahan terjadi di wilayah kabupaten Agam. Kali ini, areal perkebunan warga milik H.Panduko Sati, (70), warga Jorong Salasa, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, hangus terbakar Rabu,(30/3) siang.
Areal perkebunan warga itu terbakar, pasca warga membakar sampah usai membersihkan pandam pekuburan yang berada persis di bawah rumpun, sehingga api dengan sangat cepat membakar rumpun bambu, bahkan menjalar ke areal lahan.
Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12.com, areal perkebunan yang terbakar sudah mulai mendekati rumah warga yang tak jauh dari lokasi kebakaran.
Saat ini, tim Damkar Agam, masih berjibaku memadamkan amukan api yang memenuhi areal perkebunan warga yang berada tidak jauh dari lokasi pekuburan di Jorong Salasa, dengan mengisolasi api agar tidak sampai menjilati areal pemukiman warga.
Kebakaran lahan itu, dibenarkan Dandi Pribadi, Kadinas Satpol.PP-Damkar Agam didampingi Arfi Yunanda, Kabid.Damkar Agam menjawab kaba12.com, Rabu sore.
Disebutkan, saat ini, Damkar Agam sudah menurunkan tim bersama armada pendukung dibantu warga setempat untuk memadamkan api yang masih berpotensi membesar, karena areal yang terbakar dipenuhi rumput kering yang mudah terbakar.
Arfi Yunanda, juga menghimbau masyarakat untuk ikut membantu antisipasi terjadinya kebakaran lahan, karena saat ini, kondisi cuaca yang panas terik, sangat rentan memicu kobaran api, sehingga warga diminta untuk tidak melakukan pembakaran di areal perkebunan, termasuk saat tradisi membersihkan areal pekuburan menjelang bulan Ramadhan.
“ Kami berharap, masyarakat ikut membantu mengantisipasi terjadinya kebakaran, karena saat ini, sangat rentan terjadi, “ungkap Arfi Yunanda.
HARMEN/kaba12.com
Payakumbuh, Siberindo Putra nagari Koto Nan Ompek Dr. Wendra Yunaldi, SH.,MH mengingatkan Pemko Payakumbuh untuk menghormati adat salingka nagari dan status tanah
Agam, Siberindo Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumbar menyerahkan empat koli pakaian baru, dengan berbagai ukuran, untuk warga terdampak Banjir dan
Payakumbuh, Siberindo Sejak hari Sabtu (3/1/2026) siang di kalangan Niniak Mamak Koto Nan Ompek Payakumbuh dan awak media beredar Draft Perjanjian KAN-PEMDA
Payakumbuh, Siberindo Reaksi keras keluar dari banyak tokoh masyarakat, Niniak Mamak, bahkan Cendikiawan serta Bundo Kanduang Nagari yang selama ini banyak diam