Lubukbasung, siberindo.co — Dampak cuaca buruk yang terjadi Rabu,(29/9) sore, terjangan angin kencang disertai hujan lebat memicu serangkaian musibah di beberapa lokasi di Lubukbasung.
Salah satunya di Jorong Anak Aia Dadok, Nagari Manggopoh, kecamatan Lubukbasung, dimana akibat terjangan angin kencang, pohon besar roboh yang langsung menimpa rumah milik Zulkifli, (51) sehingga mengalami kerusakan yang cukup serius.
Informasi yang diperoleh kaba12.com, pohon besar yang menimpa kediaman Zulkifli itu, terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana tim BPBD Agam baru mendapat laporan sekitar pukul 18.30 WIB, dan langsung ke lokasi kejadian untuk proses penanganan lebih lanjut.
Bahkan tim BPBD Agam, seperti disebutkan M.Lutfie,AR, Kalaksa BPBD Agam, langsung menyerahkan bantuan darurat berupa terpal dan bantuan logistic yang keluarga korban di Anak Aia Dadok tersebut.
Diakui M.Lutfie, perubahan cuaca yang cukup ekstrem saat ini, dikuatirkan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pasalnya curah hujan yang tinggi, disertai tekanan angin yang cukup tinggi, kerap memicu berbagai potensi musibah, “kami himbau masyarakat untuk lebih waspada, jika cuaca berubah, segera cari pohon aman, “ himbaunya.
Sementara terkait dampak pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Manggopoh tersebut, personil gabungan hingga malam ini masih dalam proses pembersihan material pohon yang merusak bangunan rumah yang dihuni 7 jiwa tersebut.
JAKARTA – Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI
Siberindo.co – Jelang Pencanangan Hari Filateli Nasional (HFN) 2026 oleh Menteri Kebudayaan R.I yang juga Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PP
Jakarta — Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) sebagai bagian dari upaya pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik
Siberindo.co – Penggunaan Bahasa Minang di tengah keluarga orang Minangkabau semakin mengkuatirkan. Banyak kata-kata Minang yang mulai asing dan semakin jarang terdengar diucapkan.
Komentar