Badai Terjang Kompleks Makam Syekh Burhanuddin, Pohon Tumbang, 1 Warga Meninggal, 10 Kios Rusak, 30 Motor
Ulakan, siberindo.co — Kabar duka menyelimuti kawasan Komplek Makam Syekh Burhanuddin, Korong Kramat Jaya, Nagari Mangopoh Palak Gadang Ulakan, kecamatan Ulakan Tapakih, kabupaten Padang Pariaman.
Dampak cuaca ekstrem yang memicu angin badai disertai hujan lebat, Rabu,(29/9) sekitar pukul 16.00 WIB sore tadi, memicu serangkaian musibah mengerikan. Pasalnya, akibat tekanan angin yang sangat kencang, menyebabkan pohon besar di kawasan itu tumbang, yang menyebabkan 10 petak warung mengalami kerusakan serius, 30 sepeda motor rusak tertimpa pohon.
Yang memprihatinkan, dampak tumbangnya pohon besar itu, menyebabkan 1 orang warga meninggal dunia, dan 3 orang terluka. Hingga mala mini, tim gabungan BPBD Padang Pariaman masih berupaya melakukan proses evakuasi dan membersihkan material pohon besar yang tumbangan di kompleks ritual terkenal di dunia tersebut.
Informasi yang diperoleh kaba12.com dari berbagai pihak, termasuk dari Bambang Warsito, kepala UPT BNPB Regional Sumatera yang ikut memantau proses evakuasi dan penanganan dampak pohon tumbang di kompleks makam Syekh Burhanuddin Ulakan tersebut, menyebutkan, musibah pohon tumbang itu dipicu tekanan angin yang kencang disertai hujan lebat Rabu sore tadi.
Hingga Rabu malam proses penanganan di lapangan masih berlanjut, sementara para korban sudah dievakuasi ke rumah sakit termasuk korban yang meninggal dunia, “ informasi terakhir dari Padang Pariaman, proses pembersihan material pohon besar itu masih dilakukan termasuk kendaraan yang terjebak serta kedai-kedai yang terdampak pohon tumbang tersebut, “ sebut Bambang.
Disebutkan, laporan yang diperoleh pihaknya, sepanjang Rabu sore tadi, cukup banyak dampak yang dialami pasca terjangan angin kencang yang melanda wilayah Sumatera Barat khususnya, bahkan di beberapa propinsi lain, dalam wilayah pantauan UPT BNPB Regional Sumatera .
“ Kami himbau masyarakat untuk lebih waspada,dan seluruh personil BPBD di berbagai daerah untuk bersiaga, karena kondisi cuaca yang ekstrem sangat rentan memicu dampak terhadap aktivitas masyarakat, “ ungkap Bambang Warsito lagi.
HARMEN/kaba12.com











Komentar