Limapuluh Kota, Siberindo
Janji Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (PUPR) Provinsi Sumatera Barat untuk menyediakan alat berat pemadat dan meratakan material yang disediakan perusahaan tambang untuk jalan rusak pada ruas jalan propinsi Payakumbuh – Sitangkai, dipertanyakan sekaligus ditagih oleh masyarakat Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.
Begitu ditegaskan N. Datuak Rajo Mangkuto dan Lainis, dua orang tokoh masyarakat Lareh Sago Halaban yang dihubungi media, Selasa (28/7) siang.
“Pak Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ketika meninjau jalan rusak itu sebulan lalu di hadapan saya, menginstruksikan Kepala Dinas PUPR propinsi untuk membantu dan menyediakan alat berat pemadat dan meratakan material yang disediakan perusahaan tambang yang berada di Kecamatan Lareh Sago Halaban ini pada titik – titik jalan yang rusak akibat truk pengangkut batu yang bertonase tinggi itu,” papar N. Dt Mangkuto.
Perusahaan – perusahaan tambang itu sudah beberapa kali mendrop material pada titik-titik jalan yang berlobang, tapi pemadatan material tersebut dilakukan manual saja dengan tenaga manusia. Padahal diperlukan alat berat.
“Kalau begini kan tidak akan rata dan tidak padat hasil kerjanya. Untuk itu kami menagih janji Gubernur dan Kadis PUPR propinsi untuk menyediakan alat berat tersebut,” tegas Dt Rajo Mangkuto yang juga Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Tuntutan yang sama juga disuarakan Lainis mantan kepala jorong Taratak, Nagari Tanjung Gadang. “Kepala dinas PUPR propinsi harus mewujudkan janjinya untuk menyediakan alat berat yang telah dijanjikan itu. Kami yang tinggal di kampung ini juga yang merasakan bagaimana kondisi jalan tersebut,” sebut Lainis.
Romi dari CV Tekad Jaya sebagai perwakilan dari 7 perusahaan tambang batu dan kapur yang berada di kecamatan Lareh Sago Halaban ketika dhubungi media, Selasa (28/7) siang membenarkan kalau telah mendrop material ke beberapa titik jalan yang rusak.
“Pekerja kami memang sudah medrop material bantuan pada malam hari ke sejumlah titik jalan yang rusak tersebut. Sengaja malam hari kami lakukan agar tidak menganggu kelancaran lalu lintas,” terang Roni. (PB).











Komentar