siberIndo.co – Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) pagi ini dipenuhi khidmat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, memimpin langsung upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33. Dalam upacara tersebut, Gubernur Mahyeldi membacakan sambutan tertulis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, yang membawa pesan mendalam serta alarm darurat bagi seluruh keluarga di Indonesia.
Di tengah lanskap global era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) serta disrupsi digital yang massif, gubernur secara khusus memberikan sorotan tajam kepada peran krusial seorang Ayah di dalam rumah.
Dalam pidatonya, Gubernur Mahyeldi, menegaskan bahwa perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak akan pernah terwujud jika beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak seorang ibu.
“Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country, di mana Ayah hadir secara fisik, namun absen secara psikologis,” ujar Mahyeldi.
Saat ini, ruang keluarga telah ditembus oleh gawai yang dipegang anak-anak tanpa permisi. Ketika figur Ayah kosong secara emosional, celah tersebut akan langsung digantikan oleh musuh di dalam rumah, yaitu gawai dan cengkeraman algoritma digital.
“Jangan biarkan masa depan dan pola pikir anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital yang tidak bermoral. Jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk menatap layar,” tegasnya.
Menghadapi ancaman media sosial dan dunia digital yang kian masif, gubernur juga menyampaikan imbauan menyentuh sekaligus tegas yang dikhususkan kepada para kepala rumah tangga, diantaranya dengan cara letakkan gawai di rumah. Saat berkumpul, prioritaskan waktu berkualitas bersama anak.
Kemudian, bangun kedekatan emosional, peluk anak-anak dan ajak mereka berdialog secara langsung. Batasi screen time, awasi dan batasi waktu layar anak hanya untuk hal-hal yang produktif.
Absennya figur orang tua dan kelalaian pengasuhan dinilai menjadi hulu dari meledaknya berbagai penyakit sosial (patologi sosial) akhir-akhir ini, mulai dari aksi tawuran, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga jeratan narkoba. Anak-anak yang kurang kasih sayang di rumah cenderung mencari pelarian semu di jalanan.
Oleh karena itu, melalui momentum HARGANAS ke-33 ini, pemerintah daerah bersama BKKBN mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan rumah sebagai benteng pertahanan terbaik.
“Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan, sehingga ke mana pun anak kita melangkah, magnet kehangatan keluarga akan selalu menarik mereka pulang ke jalan yang benar,” pungkas Mahyeldi mengakhiri sambutan menteri.
Apresiasi ASN Model KKBPK 2026
Usai pelaksanaan upacara, Gubernur Mahyeldi juga menyerahkan penghargaan dan apresiasi secara langsung kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Model KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga) tahun 2026. Penghargaan ini diberikan kepada perwakilan ASN terbaik dari masing-masing golongan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan kontribusi nyata mereka dalam menyukseskan program-program ketahanan keluarga di Sumatera Barat.
Gubernur berharap, penghargaan ini dapat memotivasi seluruh ASN dan masyarakat luas untuk terus menjadi pelopor pembentukan keluarga yang berkualitas, sehat, dan berkarakter mulia demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Upacara berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pejabat di lingkungan Setdaprov Sumbar, serta berbagai organisasi wanita dan penggerak keluarga di Sumatera Barat.







