oleh

Wagub; Pengendalian Covid-19, Sumbar Stop Perjalanan Dinas ke Pulau Jawa

Padang, Siberindo

 

Sumbar selalu punya cara dan terobosan. Dalam pencegahan Covid-19 sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kini Pemprov Sumbar mengeluarkan kebijakan; stop perjalanan dinas ke Pulau Jawa!

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai 1 Juli 2021 memutuskan untuk mengambil kebijakan membatalkan semua perjalanan dinas ASN menuju Pulau Jawa untuk sementara, sebagai langkah dalam pengendalian virus Covid-19.

 

“Gubernur Mahyeldi sudah setuju untuk pembatasan perjalanan dinas bagi ASN internal Pemprov Sumbar ke Pulau Jawa. Sementara semua kegiatan gunakan konferensi video atau telepon,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat meninjau vaksinasi jajaran OJK bekerjasama Dinas Kesehatan Padang di Kampus BRI Padang, Senin (28/6).

 

Wagub mengatakan, Gubernur juga akan mengimbau Bupati dan Walikota se Sumbar mengambil kebijakan yang sama karena kondisi di Pulau Jawa sedang berbahaya dalam hal penyebaran Covid-19.

Baca Juga  Tim Manejer Porseni NU Sumbar: Optimis Raih 10 Besar

 

“Saat ini kasus Covid-19 di Jawa terutama DKI Jakarta trennya sedang naik. Angka yang terpapar Covid-19 lebih banyak dibandingkan yang sembuh. BOR (Bed Occupancy Rate) sudah di atas maksimal. Karena itu lebih bijaksana untuk menghentikan perjalanan dinas ke sana untuk sementara, menunggu kondisi kembali kondusif,” ujar Audy Joinaldy.

 

Meskipun kebijakan pembatalan perjalanan dinas ke Jawa bisa dilakukan, tetapi pemerintah daerah tidak bisa melakukan pembatasan kunjungan dari luar ke Sumbar. “Kita tidak menutup kunjungan dari Jawa ke Sumbar, belum ada pembatasan,” ujar Wagub seperti dikutip PilarbangsaNews jaringan Siberindo.

 

Baca Juga  Support Nagari Persiapan Surabayo FC, M.Ater Dt.Manambun, Anggota DPRD Bantu Bola Kaki

Terkait vaksinasi Covid-19 di Sumbar, Audy mengatakan capaian sudah naik signifikan karena Gebyar Vaksinasi yang digelar oleh TNI/Polri. Namun, angka pasti di sistem masih belum diperbarui. “Hitung-hitungan dengan Kapolda Sumbar, capaiannya bisa naik antara 45-53 persen dari awalnya hanya 26 persen,” ujarnya.

 

Meski demikian secara peringkat secara nasional belum bisa ditentukan karena semua provinsi juga melakukan percepatan vaksinasi. Ke depan dalam upaya percepatan vaksinasi di Sumbar, Audy mengatakan vaksin bisa diberikan pada semua masyarakat yang berumur diatas 18 tahun. “Jadi siapa saja yang mau divaksin, langsung berikan. Tidak perlu diberi syarat harus membawa dua lansia seperti yang dilakukan sebelumnya,” katanya.

 

Kemudian ia meminta semua warga yang telah divaksin, yang telah merasakan manfaatnya, yang sudah paham bahwa vaksin ternyata tidak berbahaya seperti hoaks yang banyak beredar, ajaklah orang tua masing-masing untuk divaksin. “Mungkin pendekatan dari anak atau keluarga akan lebih efektif dibandingkan dari pihak lain,” katanya.

Baca Juga  Ratusan Siswa SMAN Agam Cendekia Jalani Vaksinasi Covid-19

 

Audy juga mengapresiasi vaksinasi yang dilaksanakan oleh jajaran OJK dan berharap bisa mencapai 100 persen bahkan kalau bisa lebih.

 

Kepala OJK Sumbar Yusri mengatakan vaksinasi yang dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Padang itu ditargetkan untuk 1.300 orang. “Ini upaya untuk mencapai imunitas yang baik supaya terhindar dari Covid-19. Mudah-mudahan capaian bisa lebih dari target,” katanya sembari mendampingi Wagub Audy Joinaldi meninjau vaksinasi. (PB)

Komentar

News Feed