oleh

Peserta Fam Trip Northern Peninsular Malaysia: Banyak Destinasi Wisata Mengesankan Untuk Dikunjungi

Siberindo.co – Fam Trip Northern Peninsular Malaysia 2025 yang berlangsung 23 hingga 28 November 2025  merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi Malaysia, terutama dalam menyambut pelaksanaan kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026) yang akan berlangsung kurang lebih satu bulan lagi.

Demikian diungkapkan  Timbalan Ketua Pengarah/Wakil Direktur Jenderal (Promosi II) Pariwisata Malaysia Lee Thai Hung saat menjamu peserta Fam Trip Northern Peninsular Malaysia 2025, Kamis (27/11/2025) malam di hotel Ancasa, Kuala Lumpur. Turut hadir Managing Director Hydramas Travel & Tours  Sdn. Bhd. Kamarun Zaman Ab Rahman, Director Corporate Communication  Hydramas Travel & Tours Sdn. Bhd Dr. Zaidah Yazid, Senior Vice President Ancasa Hotel En. Shah Agam Khan, dan 32 peserta Fam Trip Northern Peninsular Malaysia 2025 yang terdiri dari pelaku pariwisata/agen travel dan penulis. “Kehadiran saya malam ini, untuk menyapa sekaligus membuka ruang bagi penguatan  hubungan dan peluang kerja sama yang lebih luas. Kegiatan ini dapat mempererat  hubungan  antara pelaku  industry pariwisata  Indonesia dan Malaysia, mendorong pertumbuhan pasar secara lebih optimal. Melalui Fam Trip ini, kami berharap peserta dapat pengalaman  langsung serta informasi  terbaru mengenai destinasi dan produk-produk pariwisata Malaysia,” kata Lee Thai Hung.Dikatakan Lee Thai Hung, tahun 2024, Malaysia menerima 38 juta wisatawan dengan total pendapatan sector pariwisata mencapai  RM 106,7 miliar. Pertumbuhan ini berlanjut hingga  Agustus 2025 dengan kedatangan 28,2 juta wisatawan, meningkat 14,5 persen disbanding 2024. Bahkan 16,4 persen lebih tinggi  disbanding 2019. Menyambut tahun 2026, Malaysia menargetkan  kedatangan 47 juta wisatawan internasional. “Indonesia terus menjadi pasar kedua terbesar bagi Malaysia dengan jumlah 4,1 juta wisatawan pada 2024, meningkat 19,1 persen disbanding tahun sebelumnya. Tahun 2025, Pariwisata Malaysia menargetkan 4,3 juta wisatawan dari Indonesia berkunjung ke Malaysia. Pariwisata Malaysia senantiasa terbuka menjalin kerja sama dalam berbagai bentuk  yang mendukung pencapaian target tersebut,” kata Lee Thai Hung.Menurut Lee Thai Hung, saat ini sebanyak 10 perusahaan penerbangan Indonesia menyediakan 689 penerbangan dari Indonesia ke Malaysia  dengan 126,451 tempat duduk seminggu. Kelancaran penerbangan ini akan memberikan manfaat bagi pekembangan industri pariwisata kepada kedua negara. Pariwisata Malaysia sudah melakukan promosi ke Indonesia  di empat kota utama, yakni Medan, Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya pada April 2025 lalu. Managing Director of Hydramas Travel & Tour S.B, Malaysia Mr. Kamarun Zaman Ab Rahman  yang memprakarsai  Fam Trip Northern Peninsular Malaysia 2025 menyebutkan, calon peserta yang dikirim dari Indonesia mencapai lebih dari 300 agen travel pariwisata. Jumlah tersebut diseleksi menjadi 32 orang. Masing-masing diseleksi aktifitasnya di google. Setelah dinilai memenuhi kriteria, diberikan kesempatan dengan mengirimkan tiket pesawat keberangkatan sesuai jadwal yang ditetapkan. Hanya yang mengirimkan bukti tiket disetujui sebagai peserta.“Fam Trip Northern Peninsular Malaysia 2025 mendapat dukungan penuh dari Pariwiata Malaysia, Perak dan Kerajaan Penang. Peserta tampak puas mengunjungi dan  mengetahui destinasi pariwisata yang selama ini belum jadi perhatian,” kata Kamarun.Ketua DPD SatuPena Sumatera Barat Sastri Bakry yang diminta mewakili peserta  Fam Trip Northern Peninsular Malaysia 2025 menyampaikan, destinasi wisata yang disajikan kepada peserta sangat berwarna. Sehingga segmen dari destinasi wisatanya juga beragam, mulai dari yang sederhana sampai untuk kelas yang tertinggi.

“Banyak destinasi wisata yang memang sangat  mengesankan untuk dikunjungi. Seperti Kebun Komuniti Kelulut di Rimba Desa Presint 9, Jembatan Victoria, Kampung Warisan Budaya, Labu Sayong Kuala Kangsar, Batik Tanah Liat, Kilang Arang, Kuala Sepetang Boat Cruise dengan menyaksikan burung elang yang sangat mengesankan. Juga Taiping & Night Safari, Jeruk Madu Pak Ali Food Industri, homestay Mengkuang Titi, Bukit Mertajam, naik Kereta Api Bukit Bendera di Penang Hill dan mengunjungi pulau Aman di Penang,” kata Sastri Bakry menambahkan.

Baca Juga  Update Covid-19 Agam, Hari Ini Nihil Penambahan Tersisa 6 Kasus

Dengan banyaknya destinasi wisata tersebut, kata Sastri Bakry, tentu banyak juga pilihan wisatawan Indonesia mengunjunginya. Apalagi di Ipoh, yang sebelum ini hanya dijadikan kandas (buang air) bagi wisatawan, kini memiliki banyak destinasi wisata yang patut dikunjung. Sebagaimana diungkapkan Exco Pelancongan, Industri, Pelaburan dan Pembangunann Koridor Negeri Perak Loh Sze Yee, selama ini Ipoh hanya dikenal tempat rest area, tempat  buang air. Padahal Ipoh juga memiliki banyak destinasi wisata yang patut dikunjungi,” tutur Sastri Bakry mengakhiri.

Baca Juga  Indonesia Dorong Penguatan Kerja Sama yang Dihadiri Sekitar 100 Pemuda di ASEAN dan Italia

Pertemuan diakhiri dengan pemberian bingkisan oleh Pariwisata Malaysia kepada peserta dan foto bersama. (R/*)

News Feed