Linggai, siberindo.co — Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar lomba pasambahan tingkat umum se- Agam, Kamis (28/7).
Pelaksanaan lomba yang dipusatkan di objek wisata Linggai Park, Kecamatan Tanjung Raya itu merupakan salah satu rangkaian acara dalam memeriahkan event Festival Pesona Danau Maninjau tahun 2022
Lomba tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Agam diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Isra. Turut hadir dalam perlombaan itu Ketua LKAAM Agam, pengurus LKAAM Sumbar, forkopimda, forkopimca, niniak mamak, dan tamu undangan lain.
Kabid Kebudayaan, Disdikbud Kabupaten Agam, Jufri dalam sambutannya mengatakan, lomba pidato pasambahan adat adat ini merupakan salah satu program Disdikbud dalam rangka meningkatkan pembinaan sumber daya manusia di bidang adat dan budaya.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melestarikan adat dan budaya Minangkabau di tengah masyarakat, yang mengusung tema dengan pasambahan adat kita lestarikan budaya Minangkabau,” ujarnya.
Jufri menjelaskan, peserta lomba pasambahan adat merupakan utusan dari masing-masing kecamatan se- Kabupaten Agam dengan kriteria usia 16-30 tahun dan berjumlah 1 grup 10 orang, terdiri dari peserta, pelatih, dan official.
“Kegiatan ini diikuti oleh utusan dari 14 kecamatan se- Agam, sementara total peserta keseluruhan tercatat sebanyak 160 orang,” katanya.
Lebih lanjut disebutkan, dalam perlombaan peserta akan membawakan pasambahan adat dengan judul “maanta marapulai” yang berdurasi 20 menit dalam 1 sesi. Sementara dewan juri lomba berasal dari pengurus LKAAM Agam dan LKAAM Sumatera Barat.
“Pemenang lomba nantinya akan diundang pada upacara peringatan HUT RI ke 77 di halaman kantor Bupati Agam, dan sekaligus dilakukan penyerahan tropi oleh Bupati Agam,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Agam, Junaidi Dt Gampo Alam Nan Hitam menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang konsisten melaksanakan lomba pasambahan adat.
“Kami atas nama LKAAM Kabupaten Agam menyambut baik terselenggaranya perlombaan ini. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut kedepan guna melestarikan adat budaya Minangkabau,” ungkapnya.
Ia mengakui, saat ini anak kecil tingkat SD di sejumlah daerah di Agam banyak memiliki kemauan untuk belajar pasambahan adat, sehingga hal itu menjadi motivasi bagi LKAAM bersama Disdikbud Agam untuk terus konsisten melaksanakan perlombaan seperti ini.
“Kami berharap tahun depan lomba seperti ini bisa juga terselenggara untuk tingkat anak-anak, remaja, dan dewasa. Walaupun pelaksanaannya akan memakan waktu yang panjang, tetapi kita bisa melihat mereka saling mengeluarkan bakat dan kemampuan di bidang pasambahan adat,” katanya.
Mantan Asisten III Sekdakab Agam ini menambahkan, pelaksanaan lomba pasambahan tahun ini dinilai sangat semarak karena para peserta bisa tampil di panggung megah yang acaranya bersamaan dengan event Festival Pesona Danau Maninjau.
“Dengan begitu, Festival Pesona Danau Maninjau akan berlangsung lebih meriah karena diisi dengan berbagai kegiatan tradisi, adat, seni, dan budaya,” sebutnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Isra menambahkan, saat ini pihaknya berkomitmen dalam melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau salah satunya dengan menggelar perlombaan pasambahan adat.
“Apalagi Pemkab Agam sendiri juga komit melakukan berbagai program kegiatan adat dan budaya seperti melalui pembinaan, perlombaan, pagelaran dan lainnya,” kata Isra.
Lebih lanjut disebutkan, melalui kegiatan perlombaan yang diselenggarakan, diharapkan pemahaman peserta dan masyarakat bisa lebih meningkat tentang makna “alua” pasambahan serta filosofi dalam adat Minangkabau. Sebab, pasambahan diketahui banyak memiliki makna dan pepatah petitih.
“Selain itu, kepada seluruh pembina dan pelatih diminta untuk terus berkarya, membina, menurunkan keterampilan pasambahan adat yang diketahui kepada anak cucu dan kemenakan, agar pelestarian adat budaya Minangkabau bisa terus berkembang,” jelasnya.
(Bryan/KABA12.com)
Pesisir Selatan, Siberindo Korban Banjir bandang yang kini tinggal di hunian sementara (Huntara) 1, Nagari Puluik Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara,
Sicincin, Siberindo Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada kaum lansia, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau
Padang Pariaman, Siberindo Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan bantuan untuk korban Banjir bandang,
Painan, Siberindo Tradisi “Balimau Paga” yang merupakan ritual adat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H berlangsung meriah meskipun dalam cuaca hujan di