oleh

Anyang Batumbuak, Minuman Khas dari Kota Pariaman Hanya Ada di Bulan Ramadhan

PARIAMAN, Siberindo.co— Setiap bulan Ramadhan datang pasti ada saja jenis makanan dan minuman yang menjadi ciri khas daerah masing-masing. Tentu saja jenis makanan dan minuman tersebut dicari oleh konsumennya masing-masing.

Sebagaimana dilansir Sitinjausumbar.com jejaring Siberindo.co, Kota Pariaman sendiri ada satu jenis minuman yang dicari oleh konsumennya setiap Ramadhan datang. Minuman ini hanya bisa didapatkan ketika bulan ramadhan saja.

Anyang Batumbuak, itulah nama dari minuman tersebut. Minuman tradisional Kota Pariaman ini hanya dikenal oleh orang-orang tertentu saja, dan tidak semua orang juga yang bisa membuatnya, karena untuk anak-anak milenial saat ini mereka tidak akan mengenal minuman ini, sebab minuman ini hanya dijual di pasar tradisional saja, sedangkan mereka sekarang hanya mengenal minuman cafe saja.

Baca Juga  Polsek Tanjung Raya Gelar Patroli Prokes di Pasar Maninjau

Anyang Batumbuak memiliki cita rasa yang segar, apalagi diminum dalam keadaan dingin yang membuat orang yang meminumnya menjadi ketagihan untuk meminumnya setiap hari. Minuman ini juga bisa menambah energi selain untuk pelepas dahaga saja.

Di Kota Pariaman hanya satu orang  menjual minuman ini yaitu,  Asmarina atau yang lebih dikenal dengan panggilan Manih. Manih berjualan anyang batumbuak  semenjak tahun 1984, saat Pasar Pariaman masih berlokasi di dekat stasiun kereta api.

Baca Juga  Bantu Warga Kurang Mampu, NU Sumbar dan Buddha Tzu Chi Ringankan Beban

Manih menyebutkan  anyang batumbuak ini terbuat dari bahan dasar buah ambacang, karena ambacang susah mendapatkannya bisa diganti dengan buah kuini, pisang, buah timbaba (buah nangka kecil-kecil yang tidak berhasil menjadi buah nangka), nenas, cabai merah, cabai rawit, cabai giling, asam jawa, jeruk besar, gula merah, garam, dan air secukupnya.

“Buah yang menjadi bahan dasar minuman ini mudah didapatkan. Kalau di hari biasa buah untuk bahan pelengkap minuman ini sangat sulit sekali didapatkan. Oleh karena itu beliau hanya membuat dan menjualnya pada saat bulan puasa saja,” kata Asmarina, Selasa (27/4/2021).

Baca Juga  150 Warga ABTB Terima Bantuan Bukittinggi Peduli Baznas Bukittinggi

Manih menjual minuman ini hanya dengan harga Rp.5.000/bungkusnya, biasanya sehari bisa habis 30 sampai dengan 50 bungkus sehari. Harga tersebut sangat terjangkau dengan kantong kita untuk membeli dan menikmati rasa segar dari anyang batumbuak ini.

Jika anda tidak percaya, silahkan datang ke Pasar Pabukoan Pariaman yang berlokasi di areal Pasar Rakyat Kota Pariaman, anda coba, dijamin anda pasti ketagihan dibuatnya. (tc/at)

Komentar

News Feed