SUMBAR, Siberindo – Dinas Pendidikan Sumatera Barat secara prinsip mengikuti kebijakan Bupati dan Walikota terkait wacana Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka, mulai tahun 2021. Sebab Kepala Daerah lebih mengetahui kondisi Covid-19 di daerahnya.
Namun menjelang berakhirnya semester ganjil dan menyongsong datangnya semester genap 2020/2021, para pengambil keputusan di kabupaten dan kota, serta jajaran pendidikan dapat mengambil langkah-langkah strategis sebelum memutuskan melaksanakan PBM Tatap Muka.
Demikian antara penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat melalui Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan, Suindra, S. Pd, MM, Jumat (27/11/2020) di ruang kerjanya.
Suindra, menyebutkan keputusan dan rekomendasi dari Pemko dan Pemkab jadi dasar utama pengambilan kebijakan di Dinas Pendidikan Provinsi. Selain kebijakan Bupati dan Walikota, Surat Izin Orang Tua merupakan syarat utama siswa bisa mengikuti PBM tatap muka. “Meskipun pemerintah daerah telah mengizinkan PBM tatap muka, namun dengan berbagai alasan orang tua belum mengizinkan anaknya ke sekolah, siswa yang bersangkutan tidak bisa mengikuti PBM tatap muka,” paparnya.
Ditegaskan Suindra, jika Pemkab dan Pemko mengizinkan PBM tatap muka maka sekolah sebagai institusi pelaksana pendidikan mesti memenuhi 4 aspek pelayanan terhadap peserta didik. “Sekolah harus menyiapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga memenuhi 4 unsur yaitu kesehatan, keselamatan, keamanan dan prinsip keadilan, sehingga peserta didik benar-benar merasa nyaman mengikuti PBM di sekolah,” ulasnya.
Dijelaskan, guna memastikan sekolah-sekolah bisa memenuhi 4 unsur pelayanan tersebut Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Barat dalam waktu dekat berencana akan menggelar Rapat Koordinasi dengan Kacabdin (Kepala Cabang Dinas Pendidikan) seluruh Kabupaten Kota beserta MKKS (Musyawarah Kerja KepalamSekolah). Nanti setelah koordinasi dengan Gubernur dan mendengar arahan segera akan digelar pertemuan guna membahas hal tersebut.
“Secara prinsip sekolah-sekolah sudah harus mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat serta update data kondisi kesehatan siswa, sebagai pertimbangan nantinya seseorang siswa boleh atau tidak mengikuti PBM tatap muka,” tutur Suindra.
Terakhir Suindra mengajak kepada seluruh guru, siswa, dan orang tua siswa meningkatkan nilai-nilai dan karakter spiritual guna menyikapi hidup dalam masa pandemi. “Selain pola hidup sehat, sangat penting kiranya bagi kita semua tanpa terkecuali untuk sama-sama meningkatkan ibadah kita, karena hanya dengan keyakinan yang kuat kepada sang khalik, setiap ujian bisa dilewati dengan baik,” pungkasnya.











Komentar