Bukittinggi, siberindo. co — Selain menyiapkan anggaran pokir untuk pembangunan fisik dan dunia pendidikan, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial juga menganggarkan dana pokir untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Salah satunya kegiatan penyediaan prasarana pembudidayaan ikan dalam satu daerah kabupaten/kota.
Kegiatan ini pada tahun 2022 mendatang diarahkan Pokdakan Mina Khazanah Tani, kelurahan Pakan Labuah, Kecamatan ABTB.
Salah seorang pengelola Pokdakan Mina Khazanah Tani, Eci, menjelaskan, saat ini sudah ada kolam beton dan juga kolam terpal. Saat ini sudah ada tiga kolam terpal yang diisi dengan ikan, sementara kolam beton banyak yang sudah diisi.
“Untuk pengembangannya, kami masih butuh paralon, blower, paralon pembuangan, kanopi dan bibit ikan. Ini yang sangat kami butuhkan saat ini. Semoga ada bantuan dari pemerintah dan DPRD Bukittinggi. Kami berterima kasih kepada Ketua DPRD Beny Yusrial, yang mengarahkan dana pokirnya unruk tahun 2022 mendatang,” ungkapnya.
Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Beny Yusrial, mengungkapkan, dirinya telah menganggarkan dana pokir untuk tahun 2022 mendatang sebesar Rp 150 juta. Anggaran ini ditujukan untuk Pokdakan Mina Khazanah Tani, dalam upaya pengembangan budidaya ikan oleh masyarakat setempat.
“Kami melihat potensinya cukup besar dan memang patut untuk diberikan support. Untuk itu, kami melalui dana pokir untuk tahun 2022 mendatang, akan membantu pengembangan budi daya ikan ini. Karena kami lihat, ada ikan nila, ikan mas dan ikan gurami yang dikembangkan oleh pokdakan khazanah tani ini. Semoga bermanfaat nantinya,” ungkap Beny.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, juga akan berupaya untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar. Ada beberapa perencanaan yang tengah disiapkan pemerintah untuk kelancaran perekonomian daerah setempat.
“Kami ada beberapa rencana. Bagaimana, akses kita upayakan lebih banyak, agar ekonomi di sini makin lancar. Ini masih tahap perencanaan, kita tentu akan bicarakan dulu dengan Niniak Mamak, tokoh masyarakat di sini. Namun, salah satu upaya dari Ketua DPRD Beny Yusrial, patut diapresiasi. Pengembangan budidaya ikan ink menjadk salah satu langkah awal pengembangan ekonomi masyarakat di sini,” ungkap Wako.
(Ophik/KABA12.com)
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan penyelesaian berbagai persoalan daerah tidak cukup dilakukan melalui langkah-langkah sesaat atau sekadar penertiban di lapangan.
Apel gabungan yang diikuti oleh berbagai unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, instansi vertikal, serta komunitas peduli lingkungan ini dipimpin oleh
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Ombudsman Republik Indonesia memperkuat sinergi pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Penyelenggaraan
Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dalam mengembangkan ekonomi umat dan memperkuat budaya halal kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Gubernur
Komentar