PADANG – Jumlah pasien positif di Sumatera Barat meningkat tajam dalam sebulan belakangan. Sumbar pun masuk dalam peringkat 17 penderita terbanyak secara nasional. Meski begitu, pemerintah provinsi tidak akan mengulang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Ini alasannya.
“Sekarang Sumbar sudah masuk dalam tatahan kehidupan normal baru. Perekonomian harus bergerak. Masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona Covid-19,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Kamis (27/8/2020).
Disebutkan Jasman pula, PSBB harus memiliki izin Kementerian Kesehatan (Kemenkes). PSBB juga telah diganti dengan new normal atau pola hidup kebiasaan baru, produktif dan aman covid-19. Selain itu, pemprov menimbang faktor ekponomi, politis dan psikologis.
“Jika PSBB diberlakukan lagi, akan mati perekonomian masyarakat, semua usaha tidak akan bergeliat. Karena dampak PSBB sangat besar. Masyarakat tidak produktif dan negara harus menanggung kebutuhan pokok kehidupan masyarakat selama PSBB,” sebutnya.
Menurutnya, dmpak ekonomi, politis, psikologis sangat besar jika PSBB dilaksanakan, “Saya tidak tahu juga, siapa yang mengusulkan soal PSBB ini,” kata Jasman.
Ditekankannya, PSBB itu tidak ada lagi dalam kondisi new normal ini. Karena tidak ada yang tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Makanya, perekonomian tetap bergerak, aktivitas jalan terus, namun semuanya harus menyadari bahwa disekeliling ada virus corona
Jasman mengatakan penanganan virus corona di Sumbar sudah tergolong baik. Patokannya kepada positif rate dan testing rate yang masih dibawah rata-rata nasional.
“Jangan melihat angka-angka, lihatlah persentase yang masih terbaik di Indonesia. Peningkatan pun dirasa masih wajar dengan jumlah sampel yang diperiksa. Belum pernah pertambahan kasus harian mencapai ratusan,” katanya pula.
Menyikapi peningkatan kasus positif harian di Sumbar dalam beberapa hari terakhir, jelasnya, akan adanya program tes swab gratis bagi masyarakat Sumbar. Tidak hanya bagi warga luar yang datang ke Sumbar, tetapi semua warga dengan riwayat kontak langsung atau merasa memiliki gejala, akan dipersilahkan mengikuti tes swab secara gratis.
Untuk pemeriksaan swab, lokasi yang dapat dituju masyarakat adalah puskesmas terdekat atau rumah sakit rujukan yang telah ditetapkan oleh Pemprov Sumbar. Diakuinya, berdasarkan tracking terhadap kasus positif harian dalam beberapa pekan terakhir, sebagian besar berasal dari luar Sumbar.(ak/afr)











Komentar